FIFA Hukum Berat Mesir: Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan Skorsing 3 Laga, Zico 5 Pertandingan

FIFA Hukum Berat Mesir: Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan Skorsing 3 Laga, Zico 5 Pertandingan
FIFA Hukum Berat Mesir: Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan Skorsing 3 Laga, Zico 5 Pertandingan

FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Komisi Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, dan sejumlah figur penting di jajaran tim setelah insiden protes keras terhadap wasit pada kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) pada Senin, 19 Oktober 2026, dan langsung menjadi sorotan dunia olahraga internasional.

Selain Hossam Hassan, FIFA juga menghukum manajer tim Ibrahim Hassan—saudara kembar Hossam—dengan larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan. Sementara itu, penyerang Mostafa Zico menerima hukuman lebih berat, yakni larangan bermain selama lima pertandingan. Total, ketiganya harus menanggung 11 laga skorsing akibat kritik tajam terhadap kinerja wasit Prancis, François Letexier.

Kronologi Insiden dan Pemicu Sanksi

Laga panas antara Mesir dan Argentina berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, pada 6 Juli 2026. Mesir sempat unggul 2-0, namun Argentina bangkit dan mencetak tiga gol dalam waktu singkat, termasuk gol kemenangan Enzo Fernández di masa tambahan waktu. Kekalahan ini memicu kemarahan besar di kubu Mesir.

Setelah pertandingan, Hossam Hassan melontarkan kritik pedas terhadap wasit. Ia menilai keputusan Letexier tidak adil dan merugikan Mesir. “Wasit tidak adil. Piala ini diarahkan untuk Argentina,” ujar Hossam Hassan dalam pernyataannya. Ia juga menuduh adanya tekanan dari pihak Argentina sebelum pertandingan yang memengaruhi keputusan wasit.

Mostafa Zico bahkan melangkah lebih jauh dengan menyebut pertandingan itu “sudah diatur” dan menuduh wasit menentukan hasil akhir. Pernyataan-pernyataan inilah yang kemudian berbuntut pada proses disipliner oleh FIFA.

Dampak pada Jadwal Timnas Mesir

Hukuman ini berpotensi mengganggu persiapan Mesir di ajang kualifikasi Piala Afrika. Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan diperkirakan absen mendampingi tim saat menghadapi Malawi pada November 2026, serta laga pertama pada kalender internasional Maret 2027. Sementara itu, Mostafa Zico baru bisa kembali bermain sekitar Juni 2027.

EFA sendiri telah mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk mendapatkan alasan dan pertimbangan hukum secara rinci atas keputusan tersebut. Langkah ini diambil sebagai persiapan untuk mengajukan banding. “Kami sedang mengevaluasi opsi hukum yang tersedia,” demikian pernyataan EFA.

Kontroversi Perwasitan yang Tak Berujung

Selain kritik terhadap wasit, laga tersebut juga diwarnai kontroversi lain. Gol Mostafa Zico pada awal babak kedua dianulir karena dianggap ada pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Mesir juga menuntut penalti atas insiden Mohamed Salah dan Hamdy Fathy di kotak penalti Argentina, namun wasit mengabaikannya.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, membela kinerja Letexier dan mengingatkan bahwa tuduhan terhadap wasit dapat memicu ancaman keselamatan, tidak hanya bagi wasit tetapi juga keluarga mereka. Meski demikian, gelombang protes dari Mesir terus berlanjut hingga berujung pada sanksi ini.

Dengan hukuman ini, Hossam Hassan dan timnya harus menerima kenyataan pahit. Sanksi FIFA tidak hanya berdampak pada karier individu, tetapi juga pada stabilitas timnas Mesir yang tengah bersiap untuk kompetisi mendatang. Publik sepak bola Mesir kini menanti langkah banding yang akan diambil EFA, sambil mencermati apakah keputusan ini akan meredam atau justru memanaskan tensi di dunia persepakbolaan internasional.

Exit mobile version