FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Pertandingan sabah vs dortmund pada matchday ketiga Liga Champions 2026-2027 di Stadion Olimpiade Baku, Selasa (20/10/2026), tidak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan. Borussia Dortmund berhasil pulang dengan kemenangan 2-1 berkat brace Serhou Guirassy, namun meninggalkan cerita unik: para pemain memilih tidak mandi di stadion dan langsung bertolak ke hotel dalam kondisi bersimbah keringat.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pelatih Dortmund, Niko Kovac, mengungkapkan bahwa timnya telah diinstruksikan untuk tidak menggunakan fasilitas bilas stadion sejak sesi latihan resmi sehari sebelumnya. “Kami juga tidak mandi di sini kemarin setelah latihan. Kami diberitahu untuk tidak mandi di sini, melainkan lebih baik dilakukan di hotel. Itulah mengapa kami kembali ke hotel begitu cepat,” ujar Kovac.
Direktur Olahraga Dortmund, Ole Book, menambahkan bahwa fasilitas di hotel jauh lebih layak untuk proses pemulihan pemain. “Menurut saya fasilitas mandi di hotel sedikit lebih menarik. Jadi kami memastikan para pemain dapat tiba di sana lebih cepat. Area mandi di sini tidak terlalu bagus,” kata Book dengan senyum diplomatis. Media Jerman menyebut kondisi kamar mandi stadion sebagai “nicht ganz so schick” atau tidak terlalu mewah.
Meski demikian, kemenangan atas Sabah menjadi hal yang paling penting bagi Dortmund. Hasil ini mengakhiri tren tiga laga tanpa kemenangan di semua kompetisi. Guirassy membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Felix Nmecha yang ditepis kiper Stas Pokatilov. Sabah sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-39 melalui sundulan Aden McCarthy, memanfaatkan tendangan bebas Tymoteusz Puchacz. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Dortmund kembali tancap gas. Pada menit ke-53, umpan silang Joey Veerman disambut Guirassy dengan tendangan voli kaki kanan yang menghujam gawang Sabah. Gol tersebut menjadi gol keempat Guirassy di Liga Champions musim ini, menyamai total golnya sepanjang musim lalu. Kiper Gregor Kobel memuji rekannya itu sebagai “mesin gol”. Kemenangan ini membawa Dortmund mengoleksi enam poin dari tiga laga.
Namun, kemenangan atas Sabah tidak sepenuhnya memuaskan. Ole Book mengakui masih ada kekurangan dalam penyelesaian akhir. “Kami menciptakan banyak peluang. Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Kaltschnäuzigkeit (ketenangan) hari ini pasti akan membantu kami. Di sisi lain, secara permainan kami membuat langkah maju yang signifikan,” jelasnya. Pelatih Niko Kovac melakukan empat perubahan dari laga sebelumnya dengan memasukkan Fabio Silva, Carney Chukwuemeka, Joey Veerman, dan Ramy Bensebaini.
Laga sabah vs dortmund juga menjadi sorotan karena ekspedisi panjang ke Azerbaijan. Meski hanya meraih kemenangan tipis, Dortmund tetap bersyukur bisa membawa pulang tiga poin penting. “Jika Anda melakukan perjalanan sejauh ini, kami lebih bahagia mendapatkan tiga poin yang sangat penting setelah kekalahan di Norwegia,” tambah Book.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Dortmund sebelum menghadapi Eintracht Frankfurt di Bundesliga akhir pekan nanti. Sementara itu, bagi Sabah, kekalahan dari Dortmund menjadi pelajaran berharga dalam debut mereka di Liga Champions. Kisah sabah vs dortmund akan dikenang bukan hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga keputusan unik Dortmund untuk menghindari kamar mandi stadion.
Dengan performa Guirassy yang semakin tajam dan perbaikan dalam pola permainan, Dortmund berharap dapat terus merangkak naik di klasemen Liga Champions. Namun, mereka masih perlu meningkatkan efisiensi di depan gawang jika ingin bersaing dengan tim-tim elit Eropa. Sementara itu, Sabah akan berusaha bangkit di laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Secara keseluruhan, pertandingan sabah vs dortmund menyiratkan bahwa sepak bola tidak hanya soal strategi dan skill, tetapi juga detail kecil seperti fasilitas kamar mandi yang bisa memengaruhi keputusan tim. Dortmund mungkin menang di lapangan, tetapi mereka memilih kemenangan kenyamanan di hotel. Bagaimanapun, tiga poin tetap tiga poin, dan itulah yang paling penting bagi Die Borussen.
