FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Erik ten Hag kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik pedas terhadap Cristiano Ronaldo. Dalam wawancara eksklusif dengan Voetbal International, erik ten hag yang kini menjabat sebagai direktur teknik FC Twente menuduh Ronaldo telah menyandera Timnas Portugal dan menghambat regenerasi pemain muda. Pernyataan ini mempertegas ketegangan antara keduanya yang sudah tercium sejak Ten Hag menukangi Manchester United pada 2022 silam.
Ten Hag mengungkapkan bahwa selama di MU, Ronaldo sempat enggan mengikuti instruksi taktiknya saat sesi latihan. Bahkan, ia menilai kehadiran sang megabintang memecah fokus sebagian pemain dari kepentingan klub. Kini, kritik tersebut berlanjut ke level internasional. Menurut erik ten hag, keberadaan Ronaldo di skuad Portugal justru menghambat perkembangan generasi baru. Ia menilai Ronaldo seolah merasa lebih besar dari tim dan lebih mementingkan brand pribadinya ketimbang kesuksesan kolektif.
“Di level tim nasional, pemain yang lebih tua masih bisa berperan. Di level klub, di Liga Champions, Anda tidak melihat itu lagi,” kata Ten Hag kepada Voetbal International. “Usia 35, 36 tahun; maka semuanya sudah berakhir. Dengan beberapa pengecualian. Namun waktu akan mengalahkan semua orang termasuk Cristiano Ronaldo,” tambahnya. “Sekarang dia menyandera negaranya. Seluruh generasi. Meskipun Portugal memiliki tim yang hebat, segalanya berjalan lebih baik tanpa dia.”
Pernyataan erik ten hag ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian menilai kritik tersebut terlalu keras mengingat kontribusi Ronaldo bagi Portugal, sementara yang lain setuju bahwa regenerasi memang diperlukan. Meski demikian, Ten Hag tetap mengakui bahwa Ronaldo adalah pesepak bola hebat di masa lalu, namun kualitasnya kini mulai memudar. Ia meragukan kemampuan Ronaldo untuk kembali mempersembahkan trofi bergengsi bagi Portugal di masa depan.
Di sisi lain, karier kepelatihan Ten Hag sendiri tengah menjadi perbincangan. Setelah meninggalkan Manchester United, ia sempat menolak tawaran dari Ajax dan Feyenoord sebelum akhirnya menerima pinangan Bayer Leverkusen. Kini, ia dipercaya sebagai direktur teknik FC Twente dan langsung membuat gebrakan dengan mendatangkan Wout Weghorst secara gratis dari Ajax. Keputusan tersebut terbukti jitu: Weghorst menjadi mesin gol Twente dengan torehan tujuh gol dan lima assist dalam 16 pertandingan, atau rata-rata 0,78 kontribusi gol per 90 menit.
Weghorst yang sempat menurun performanya di Ajax kini kembali menemukan ketajamannya bersama Twente. Berkat performa impresifnya, nilai Skill Weghorst menurut algoritma FootballTransfers naik dari 60,4 menjadi 61,4, menjadikannya sebagai striker terbaik di skuad Twente dan masuk 10 besar striker Eredivisie. Keberhasilan ini tak lepas dari peran erik ten hag yang berani merekrutnya.
Tidak hanya soal transfer, Ten Hag juga menyuarakan perubahan besar di Eredivisie. Ia menuntut agar setiap musim ada tiga klub yang degradasi langsung dan tiga klub yang promosi langsung dari Keuken Kampioen Divisie. Menurutnya, kompetisi saat ini terlalu konservatif dan kurang kompetitif. “Level Eredivisie harus naik. Lebih banyak kompetisi, lebih banyak aliran pemain. Tiga degradasi langsung, menurut saya. Dan tiga klub promosi langsung. Harus ada lebih banyak yang dipertaruhkan,” ujarnya.
Ten Hag juga menyoroti minimnya kesempatan bagi tim muda untuk berkembang. Ia mendorong agar lebih banyak tim belia diizinkan masuk Keuken Kampioen Divisie, seperti Jong AZ, Jong PSV, Jong Ajax, dan Jong FC Utrecht. Menurutnya, Feyenoord yang tidak bergabung ke divisi tersebut telah merugikan perkembangan sepak bola Belanda. “Buruk untuk sepak bola Belanda. Kita harus melakukan sesuatu,” tegasnya.
Dengan segala kontroversi dan gebrakannya, erik ten hag terus membuktikan bahwa ia bukan sosok yang diam saja. Kritiknya terhadap Ronaldo mungkin menuai pro dan kontra, tetapi ia tetap fokus pada upaya memajukan sepak bola, baik di level klub maupun nasional. Sementara itu, Ronaldo belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru ini. Publik pun menantikan apakah kritik pedas tersebut akan mempengaruhi hubungan keduanya di masa depan.
