FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Duel Bhayangkara FC vs PSIM pada pekan keenam BRI Super League 2026-2027 yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam, berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah 1-0. Gol tunggal Moussa Sidibe pada menit ke-59 menjadi pembeda, sementara kartu merah Ze Valente di menit ke-25 menjadi titik balik yang membuat PSIM Yogyakarta harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM menjadi lima kekalahan beruntun di awal musim. Dari enam laga yang telah dilakoni, Laskar Mataram baru mengemas satu hasil seri dan menelan lima kekalahan. Hasil buruk ini juga menjadi pukulan tambahan setelah klub berpisah dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Kini, tim ditangani caretaker Guntur Cahyo Utomo yang harus segera mencari solusi untuk membangkitkan semangat Nermin Haljeta dan kawan-kawan.
Jalannya pertandingan Bhayangkara FC vs PSIM sebenarnya berlangsung menarik sejak awal. PSIM tampil agresif dan mampu menjalankan game plan yang disiapkan Guntur. Peluang sempat hadir melalui tendangan Ze Valente dari luar kotak penalti, namun kiper Bhayangkara, Muhammad Fahri, berhasil menggagalkan upaya tersebut. Bhayangkara juga mengancam lewat bola mati Moussa Sidibe yang menciptakan kemelut, tetapi Nehar Sadiki belum mampu memanfaatkannya menjadi gol.
Momen krusial terjadi pada menit ke-25 ketika Ze Valente menerima kartu merah langsung dari wasit. Gelandang andalan PSIM itu dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Wahyu Subo Seto. Wasit mengambil keputusan setelah meninjau insiden melalui Video Assistant Referee (VAR). Akibatnya, Subo Seto tidak dapat melanjutkan pertandingan karena mengalami cedera kepala. Kehilangan Ze Valente membuat PSIM harus bermain dengan 10 orang, sementara Bhayangkara semakin leluasa menguasai bola.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara meningkatkan tekanan. Tim besutan Oscar Bruzon tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 71 persen. Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-59. Moussa Sidibe berhasil menyundul bola masuk ke gawang Cahya Supriadi setelah memanfaatkan umpan lambung terukur dari bek kiri Firza Andika. Skor 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara bertahan hingga peluit panjang.
Pelatih caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, mengakui bahwa kartu merah mengubah jalannya pertandingan. “Pada 20 menit pertama, kita bisa main dengan bagus. Game plan berjalan. Namun kemudian dapat kartu merah. Tapi setelah itu, kita masih menunjukkan bahwa pemain mau berjuang. Itulah sepak bola. Kesalahan minor menghadirkan hasil yang berbeda. Selamat untuk Bhayangkara FC,” kata Guntur usai laga.
Guntur menegaskan timnya tidak punya waktu untuk bersedih. Jarak laga berikutnya hanya empat hari. PSIM dijadwalkan menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada Sabtu (24/10). Isenmulang sendiri berstatus tim musafir karena kandangnya, Stadion Tuah Pahoe, terdampak asap karhutla. “Kita akan fokus ke laga berikutnya. Kita akan coba cari poin di laga berikutnya melawan Isenmulang Kalteng FC. Waktu yang singkat, kita siapkan kondisi pemain, harus kerja lebih keras lagi,” ujar Guntur.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, memberikan komentar terkait insiden kartu merah. Menurutnya, Ze Valente tidak berniat melukai lawan, tetapi insiden tersebut tetap berbahaya. “Saya rasa Ze Valente tidak berniat melakukan hal ini, tetapi ini adalah insiden 50-50 di mana pemain kami mengalami cedera kepala. Saya harap dia baik-baik saja,” ucap Bruzon. Kemenangan ini menjaga tren positif Bhayangkara di awal musim, sementara PSIM masih terpuruk di dasar klasemen.
Dengan hasil ini, Bhayangkara FC vs PSIM menjadi pengingat betapa krusialnya disiplin pemain. PSIM yang sempat berharap bangkit justru harus menerima kenyataan pahit. Namun, peluang masih terbuka jika mampu memanfaatkan laga melawan Isenmulang nanti. Guntur berjanji akan melakukan perbaikan dan meningkatkan kondisi fisik pemain dalam waktu singkat. “Kita percaya kemenangan itu akan segera datang,” tutupnya.









