FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Turnamen French Open 2026 badminton yang berlangsung di Arena Grand Paris, Prancis, menjadi panggung bagi para pebulu tangkis Indonesia untuk menunjukkan taringnya. Pada babak 16 besar yang digelar Kamis (22/10/2026), dua tunggal putra andalan, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) dan Alwi Farhan, sama-sama mencatat kemenangan penting sekaligus membalas kekalahan dari lawan masing-masing. Keberhasilan ini memastikan Indonesia memiliki wakil di perempat final French Open 2026 badminton dari sektor tunggal putra, sekaligus menjaga asa untuk bersaing di level tertinggi.
Ubed, pemain muda berusia 19 tahun, menjadi sorotan setelah menyingkirkan wakil Jepang Koki Watanabe dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-14. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi kali pertama bagi Ubed menembus babak delapan besar turnamen BWF World Tour Super 750. Lebih dari itu, hasil ini membalas kekalahannya dari Watanabe pada Badminton Asia Championships 2026. “Bersyukur dan senang bisa ke perempat final pertama di Super 750, tapi belum puas juga. Saya akan berusaha dan bersiap lagi untuk besok,” ujar Ubed.
Pertandingan Ubed tidak sepenuhnya mudah. Pada gim pertama, kedua pemain terlibat kejar-kejaran poin sebelum Ubed meningkatkan tempo dan menjaga fokus untuk mengamankan gim. Situasi lebih menantang terjadi di awal gim kedua ketika Watanabe mempercepat permainan dan membuat Ubed tertinggal jauh 2-10. Namun, dengan ketenangan dan fokus, Ubed perlahan mengejar ketertinggalan. Dari kedudukan 10-14, ia merebut 11 poin beruntun dan menutup gim dengan kemenangan 21-14. “Di posisi tertinggal itu, saya berusaha lebih fokus dan lebih tenang. Alhamdulillah, bisa mendapatkan poin demi poin dan kembali memegang keadaan,” tambahnya.
Di perempat final French Open 2026 badminton, Ubed akan menghadapi wakil Chinese Taipei, antara Chi Yu Jen atau Chou Tien Chen. Ubed mengaku sudah pernah bertemu calon lawannya tersebut sehingga memiliki bekal untuk menyusun strategi. “Semoga bisa memberikan yang terbaik dan melaju ke semifinal,” harapnya.
Sementara itu, Alwi Farhan juga menorehkan hasil gemilang. Tunggal putra peringkat 10 dunia itu membalas kekalahan dari Angus Ng Ka Long (Hong Kong) dengan kemenangan dua gim langsung 21-18 dan 21-17 dalam waktu 46 menit. Sebelumnya, Alwi kalah dari Angus di babak awal Denmark Open 2026 pekan lalu dengan skor 10-21 dan 16-21. Kemenangan ini membuat rekor head-to-head keduanya kini menjadi 3-2 untuk keunggulan Alwi. “Kemenangan atas Angus menjadi hasil penting bagi Alwi karena mampu mengatasi lawan yang sebelumnya mengalahkannya tanpa kehilangan satu gim pun,” ujar sumber di tim pelatih. Alwi pun memastikan tempat di perempat final French Open 2026 badminton.
Tidak hanya sektor tunggal putra, ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga melaju ke perempat final. Mereka mengalahkan pasangan Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dengan skor 21-14 dan 21-12. Meski sempat tertinggal di gim pertama, Amri/Nita bangkit dan merebut tujuh angka beruntun untuk memenangi gim. Di gim kedua, mereka tampil lebih nyaman dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-12. Amri/Nita masih menunggu lawan di perempat final, yang akan ditentukan dari pertemuan Feng Yanzhe/Huang Dongping (China) vs Ruben Garcia/Lucia Rodriguez (Spanyol).
Dengan hasil ini, Indonesia memiliki setidaknya tiga wakil di perempat final French Open 2026 badminton: Ubed dan Alwi di tunggal putra, serta Amri/Nita di ganda campuran. Babak perempat final akan digelar Jumat (23/10/2026) dan menjadi ujian sesungguhnya bagi para pemain Indonesia untuk melangkah lebih jauh. Dukungan pun mengalir dari pecinta bulu tangkis Tanah Air yang berharap tradisi juara di turnamen bergengsi ini dapat berlanjut.
Secara keseluruhan, penampilan para wakil Indonesia di French Open 2026 badminton menunjukkan kualitas dan mentalitas kompetitif yang tinggi. Kemenangan Ubed dan Alwi atas lawan yang sebelumnya mengalahkan mereka menjadi bukti kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi. Sementara itu, konsistensi Amri/Nita di ganda campuran menambah kekuatan tim Indonesia. Jika mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin gelar juara akan kembali diraih, sekaligus mengukir sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia di pentas dunia.
