Como vs MU: Sejarah Baru I Lariani, Setan Merah Terpuruk di Liga Champions

Como vs MU: Sejarah Baru I Lariani, Setan Merah Terpuruk di Liga Champions
Como vs MU: Sejarah Baru I Lariani, Setan Merah Terpuruk di Liga Champions

FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Pertandingan Como vs MU pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 berakhir dengan skor mengejutkan 4-1 untuk kemenangan tuan rumah Como. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat, Como tampil impresif dan berhasil mengukir sejarah sebagai klub Italia kedua yang mengalahkan Manchester United dengan selisih minimal tiga gol di kompetisi elite Eropa, setelah sebelumnya hanya AC Milan yang pernah melakukannya.

Kemenangan Como vs MU ini tidak lepas dari penampilan gemilang gelandang muda Argentina, Nico Paz. Pemain berusia 22 tahun itu membuka keunggulan Como pada menit kedua melalui sepakan kaki kirinya yang indah. Gol cepat tersebut langsung membangun momentum bagi tuan rumah. Paz kemudian menyumbang assist untuk gol kedua yang dicetak Anastasios Douvikas, sebelum akhirnya mencetak gol keduanya pada menit ke-57. Jacobo Ramon melengkapi pesta gol Como, sementara Manchester United hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.

Bagi Nico Paz, laga Como vs MU ini menjadi malam yang sangat spesial. Berdasarkan catatan Opta, ia menjadi pemain Argentina termuda kedua yang berkontribusi langsung terhadap tiga gol dalam satu pertandingan Liga Champions, yakni pada usia 22 tahun 43 hari. Ia hanya kalah dari Lionel Messi yang melakukannya pada usia 21 tahun. Rating 9,9 dari Sofascore pun diberikan kepada Paz atas penampilannya yang nyaris sempurna.

Kemenangan Como vs MU juga memperlihatkan perkembangan pesat klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut. Como saat ini berada di peringkat 10 klasemen Liga Champions dengan koleksi enam poin, sementara MU terpuruk di posisi 23 dengan tiga poin. Bagi MU, kekalahan ini menjadi catatan buruk karena mereka menjadi tim Premier League pertama yang kebobolan dalam dua menit awal pada dua laga beruntun di Liga Champions. Sebelumnya, gawang MU juga dibobol cepat oleh Atletico Madrid pada matchday pertama. Rentetan tanpa kemenangan MU kini mencapai tujuh pertandingan di semua kompetisi, dengan rincian tiga hasil imbang dan empat kekalahan.

Di balik kesuksesan Como, ada peran penting pengusaha Indonesia Mirwan Suwarso yang menjembatani visi pemilik dengan pengelolaan bisnis dan operasional klub. Como 1907 didirikan pada 1907 dan sempat mengalami krisis finansial hingga bangkrut pada Desember 2004. Titik balik terjadi pada 2019 ketika Sent Entertainment Ltd., perusahaan terafiliasi Djarum Group milik keluarga Hartono, mengambil alih kepemilikan. Sejak itu, Como menjalani pembangunan bertahap, menjuarai Serie D, promosi dari Serie C pada 2020/2021, kembali ke Serie A pada 2023/2024 setelah 21 tahun, dan finis di peringkat keempat Serie A 2025/2026 dengan 71 poin yang mengantarkan mereka ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Kemenangan Como vs MU ini pun menjadi pukulan berat bagi Manchester United yang diasuh Michael Carrick. Taktik Carrick menjadi sorotan setelah Bruno Fernandes dan rekan-rekan tampil frustrasi sepanjang pertandingan. Di sisi lain, pelatih Como Cesc Fabregas menyebut kemenangan ini sebagai persembahan spesial bagi sosok tak terduga, menambah nuansa emosional bagi klub.

Dengan hasil ini, Como membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di panggung Eropa. Sementara itu, MU harus segera memperbaiki performa jika ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Laga Como vs MU akan dikenang sebagai salah satu malam bersejarah bagi sepak bola Italia dan menjadi peringatan keras bagi raksasa Inggris tersebut.

Exit mobile version