FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Pertandingan persija vs arema dalam lanjutan BRI Super League 2026/27 berakhir dengan skor telak 5-1 untuk kemenangan Persija Jakarta atas Arema FC. Laga yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10/2026) malam itu menjadi panggung bagi tuan rumah untuk menunjukkan dominasi mereka. Kemenangan ini sekaligus menjadi respons positif setelah Persija gagal meraih hasil maksimal melawan Persita Tangerang pada pekan sebelumnya.
Sejak awal pertandingan, Persija tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Arema FC. Dukungan publik tuan rumah yang memadati stadion dengan kapasitas 72 persen atau sekitar 22.269 penonton menjadi energi tambahan bagi anak asuh Shin Tae-yong. Penyerang asal Swedia, Alexander Jeremejeff, menjadi pembeda pada babak pertama. Ia membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui sepakan kaki kiri setelah memanfaatkan umpan Rayhan Hannan. Gol tersebut berawal dari kombinasi permainan apik yang membawa Alex menembus area pertahanan lawan.
Arema FC sempat berusaha mengimbangi permainan tuan rumah. Namun, momentum yang mulai berpihak kepada Singo Edan justru buyar ketika Jeremejeff kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45. Penyerang berusia 32 tahun itu sigap menyambut bola liar di dalam kotak penalti Arema FC. Keunggulan 2-0 untuk Persija bertahan hingga turun minum. Pelatih Arema, Marcos Santos, mengakui bahwa gol kedua Persija menjadi titik balik yang menyulitkan timnya. “Bermain di sini menghadapi Persija selalu menghadirkan tantangan. Ketika permainan kami mulai membaik dan momentum berpihak kepada kami, justru gol kedua mereka tercipta,” ucapnya selepas pertandingan.
Memasuki paruh kedua, Persija tidak mengendurkan serangan. Tim asuhan Shin Tae-yong terus mencari celah di pertahanan lawan. Hasilnya, tiga gol tambahan tercipta pada babak kedua. Pada menit ke-76, Stephan Loncar menyelesaikan umpan tarik Dony Tri Pamungkas melalui tendangan kaki kanan yang terarah. Empat menit berselang, Victor Dethan mencetak gol keempat Persija setelah aksi individu menusuk ke kotak penalti. Arema FC sempat memperkecil ketertinggalan melalui Gabriel Silva Costa pada menit ke-88. Namun, Ivan Mamut memastikan kemenangan telak Persija lewat gol pada masa tambahan waktu, menit ke-90+2, dengan menyambar bola muntah dari sepakan Dethan.
Kemenangan ini tidak lepas dari strategi Shin Tae-yong yang menerapkan pressing sejak lini depan. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, evaluasi dari pertandingan melawan Persita menjadi kunci kebangkitan tim. “Kemenangan ini adalah berkat para pemain yang tidak menyerah dan semuanya bekerja keras di lapangan. Pertandingan melawan Persita memberikan banyak pelajaran bagi kami. Para pemain melakukan refleksi dengan cara mereka masing-masing, lalu secara proaktif menerapkan pressing dari lini depan. Menurut saya, hal itulah yang menjadi motor penggerak kemenangan kami hari ini,” ujar Shin Tae-yong.
Selain strategi, Persija juga harus bermain tanpa dua bek andalannya, Rizky Ridho dan Kyohei Yoshino. Keduanya absen karena mengalami cedera ringan. Shin Tae-yong menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memasukkan keduanya adalah langkah pencegahan agar kondisi fisik mereka tetap terjaga. “Cedera mereka tidak terlalu serius, tetapi kami ingin menjaga kondisi dan kebugaran pemain sehingga memutuskan untuk tidak memasukkan mereka ke dalam susunan pemain,” jelasnya. Meski demikian, Shin memperkirakan kedua pemain tersebut dapat kembali memperkuat Persija pada pertandingan berikutnya.
Kemenangan atas Arema FC ini membawa Persija Jakarta ke puncak klasemen BRI Super League 2026/27. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan, unggul dua poin atas pesaing terdekat. Sementara itu, Arema FC masih tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 6 poin. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Singo Edan yang tengah berusaha bangkit dari performa inkonsisten.
Dalam pertandingan persija vs arema ini, wasit Thoriq Munir Alkatiri tidak mengeluarkan satu pun kartu kuning maupun kartu merah. Pertandingan berjalan dengan sportif dan lancar. Statistik menunjukkan Persija mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen dan menciptakan 18 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Arema FC hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.
Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat bagi Persija Jakarta dalam persaingan gelar musim ini. Sementara bagi Arema FC, kekalahan persija vs arema menjadi bahan evaluasi besar bagi Marcos Santos untuk membenahi lini pertahanan dan konsistensi tim. Pelatih asal Portugal itu menyatakan akan segera melakukan pembenahan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. “Kami harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan selanjutnya. Evaluasi akan kami lakukan, terutama dalam hal menjaga momentum dan konsentrasi sepanjang laga,” tutupnya.
Dengan hasil ini, persaingan di BRI Super League 2026/27 semakin menarik. Persija Jakarta menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim favorit juara, sedangkan Arema FC masih harus bekerja keras untuk kembali ke jalur kemenangan. Laga persija vs arema edisi kali ini akan dikenang sebagai pesta gol Macan Kemayoran di hadapan pendukungnya sendiri.