Prancis Terbuka 2026: Drama Tiga Gim dan Kejutan di Tengah Gejolak Paris

Prancis Terbuka 2026: Drama Tiga Gim dan Kejutan di Tengah Gejolak Paris
Prancis Terbuka 2026: Drama Tiga Gim dan Kejutan di Tengah Gejolak Paris

FaktaHari – 23 Oktober 2026 | Prancis Terbuka 2026 kembali menyajikan drama di Arena Grand Paris. Pada hari kedua babak 32 besar, tiga wakil Indonesia memastikan tiket ke 16 besar Prancis Terbuka setelah melewati pertarungan sengit. Namun, gelaran Prancis Terbuka kali ini tidak lepas dari situasi keamanan di Paris yang masih dibayangi kerusuhan massal.

Kejutan besar datang dari sektor ganda putra. Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menumbangkan senior mereka, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dalam dua gim langsung 21-18, 21-17. Kemenangan ini menjadi titik balik bagi Raymond/Joaquin yang sebelumnya mengalami penurunan performa. “Puji Tuhan hari ini rencana pola permainan bisa berjalan lancar. Kami cukup puas, 8,5 dari 10,” ujar Raymond. Sementara Nikolaus berharap kemenangan atas seniornya menjadi momentum kebangkitan. “Dengan kemenangan ini pastinya menambah kepercayaan diri kami buat lebih baik lagi,” tegas Joaquin.

Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani harus berjuang ekstra sebelum mengalahkan wakil India, Devika Sihag, lewat rubber game ketat 21-9, 16-21, 22-20. Putri KW sempat tertinggal jauh 6-11 di interval gim ketiga, namun berhasil bangkit berkat petuah pelatih dan keteguhan mental di poin-poin kritis. Kemenangan ini memastikan langkahnya ke 16 besar Prancis Terbuka.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga mengamankan tiket 16 besar Prancis Terbuka usai menundukkan wakil Malaysia, Jimmy Wong/Cheng Su Yin, dengan skor 22-20 dan 21-18. Amri mengaku sempat meraba-raba ritme di awal gim, tetapi komunikasi yang lancar menjadi kunci kebangkitan mereka. “Setelah ambil gim pertama, kami lebih yakin di gim kedua mau main seperti apa, dari komunikasi juga lancar sampai akhir,” kata Amri. Nita menambahkan bahwa penguatan komunikasi sesuai instruksi pelatih Nova Widianto menjadi faktor penting usai hasil kurang maksimal di Denmark Terbuka pekan lalu.

Meski demikian, gelaran Prancis Terbuka 2026 tidak luput dari perhatian situasi keamanan di Prancis. Sebelumnya, kerusuhan massal melanda Paris, Marseille, Lyon, dan berbagai kota lainnya pada 17 Oktober 2026. Pemerintah Prancis pun mengerahkan militer untuk mengantisipasi protes lanjutan. Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyebut pengerahan pada Sabtu depan akan sangat masif. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengonfirmasi bahwa militer akan diturunkan berdampingan dengan aparat kepolisian. Pemerintah juga memberlakukan jam malam terbatas di area rawan dan membentuk komisi penyelidikan khusus. Meski demikian, tim bulutangkis Indonesia dipastikan aman dan tetap fokus bertanding.

Di sisi lain, dunia sepak bola Prancis juga dihebohkan jelang duel Paris Saint-Germain melawan Barcelona di Liga Champions. Absennya Nuno Mendes memicu krisis di lini pertahanan PSG. Legenda sepak bola Prancis, Jean-Michel Larqué, menilai bahwa menurunkan Lucas Digne untuk melawan Lamine Yamal adalah “bunuh diri taktis”. Analis Éric Di Meco juga meragukan transfer Digne dari Everton senilai 7 juta euro. Kritik ini menjadi sorotan menjelang laga besar di Parc des Princes.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, Prancis Terbuka 2026 tetap menjadi ajang pembuktian bagi para atlet bulutangkis Indonesia. Tiga wakil Merah Putih telah memastikan langkah ke 16 besar, dan diharapkan dapat terus melaju. Sementara itu, situasi keamanan di Prancis menjadi perhatian tersendiri, namun tidak menyurutkan semangat para pemain untuk berprestasi. Publik Tanah Air tentu berharap kontingen Indonesia dapat terus menorehkan hasil manis di Prancis Terbuka tahun ini.

Exit mobile version