Watford Bangkit dari Mimpi Buruk: Zemura Cetak Gol Perdana, Clean Sheet Pertama dalam 210 Hari

Watford Bangkit dari Mimpi Buruk: Zemura Cetak Gol Perdana, Clean Sheet Pertama dalam 210 Hari
Watford Bangkit dari Mimpi Buruk: Zemura Cetak Gol Perdana, Clean Sheet Pertama dalam 210 Hari

FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Watford akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah melewati pekan yang penuh tekanan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Vicarage Road, Watford sukses mengalahkan Charlton Athletic dengan skor 2-0 pada laga Championship yang berlangsung Sabtu (17/10/2026). Kemenangan ini menjadi oase di tengah badai kritik yang menerpa tim asuhan Alessio Dionisi setelah dua kekalahan beruntun yang memalukan.

Sebelumnya, Watford menelan kekalahan telak dari Burnley dan Cardiff City dengan total kebobolan sembilan gol. Hasil tersebut membuat mereka terpuruk di zona degradasi dan memicu kemarahan fans terhadap pemilik klub, Gino Pozzo. Namun, tekanan itu sedikit terurai berkat penampilan solid melawan Charlton. Gol dari Luca Kjerrumgaard dan pemain pengganti Jordan Zemura memastikan tiga poin bagi Watford, sekaligus memperpanjang rekor buruk Charlton yang kini delapan laga tanpa kemenangan.

Bagi Watford, kemenangan ini terasa istimewa karena mereka berhasil mencatat clean sheet pertama dalam 210 hari. Ini juga menjadi kemenangan kedua Watford dalam tiga bulan terakhir, sebuah catatan yang jauh dari kata memuaskan namun setidaknya memberikan harapan baru. Pelatih Alessio Dionisi mengaku sangat senang dengan hasil ini. “Saya sangat bahagia karena pekan ini tidak mudah bagi semua orang di klub. Kami kalah dua kali setelah jeda internasional, tetapi kami percaya pada tim ini dan tetap bersatu,” ujarnya usai pertandingan.

Jalannya pertandingan sendiri berlangsung menarik. Watford tampil agresif sejak awal dan menciptakan beberapa peluang melalui Krepin Diatta dan Myron Boadu. Namun, Charlton juga memiliki kesempatan emas ketika Miles Leaburn menyundul bola dari jarak dekat, sayangnya masih melebar. Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi Watford terus menekan di babak kedua. Pada menit ke-58, Edo Kayembe melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang ditepis oleh kiper Charlton, Arthur Okonkwo. Bola rebound langsung disambar Kjerrumgaard dari jarak dekat untuk membuka keunggulan Watford.

Charlton mencoba bangkit dan sempat menciptakan peluang melalui Charlie Kelman, tetapi bola hasil sepakannya berhasil disapu di garis gawang oleh Mamadou Doumbia. Watford sendiri memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan, termasuk melalui Martin Payero dan Doumbia, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap 1-0 hingga waktu tambahan. Baru pada menit keempat injury time, dua pemain pengganti bekerja sama. Rocco Vata memberikan umpan terobosan kepada Jordan Zemura, dan bek asal Zimbabwe itu dengan tenang menchip bola melewati Okonkwo untuk mencetak gol perdananya bagi Watford sekaligus mengunci kemenangan 2-0.

Gol Zemura menjadi momen spesial bagi pemain berusia 24 tahun tersebut. Masuk sebagai pengganti pada menit ke-66, ia langsung memberikan dampak besar. Kemenangan ini juga disambut positif oleh para pendukung Watford yang sebelumnya sempat menyuarakan ketidakpuasan. Meski protes terhadap kepemilikan Pozzo sempat muncul di media sosial, aksi di luar stadion sebelum kick-off terbilang minim. Di dalam stadion, atmosfer justru sepenuhnya mendukung tim.

Di kubu Charlton, pelatih Nathan Jones mengakui timnya tampil buruk. “Kami tidak melakukan hal-hal mendasar dengan baik. Kami tidak mengoper bola dengan cukup baik dan tidak bertahan dengan cukup baik. Gol pertama adalah bencana dari sudut pandang kami, tetapi mereka akan menyakiti Anda jika Anda tidak melakukan dasar-dasar dengan baik,” tegasnya. Kekalahan ini membuat Charlton semakin terpuruk dan menjadi sorotan.

Bagi Watford, kemenangan ini setidaknya memberikan angin segar dan mengangkat moral tim. Meski Dionisi mengakui timnya belum cukup kuat untuk bersaing di Championship, ia yakin masih ada ruang untuk perbaikan. “Mentality tidak berubah. Saya tahu tim saya dan saya percaya pada tim saya. Hasil ini penting dan malam ini saya akan minum segelas anggur merah,” tutupnya.

Dengan hasil ini, Watford berharap dapat terus meraih hasil positif di laga-laga berikutnya dan menjauh dari zona degradasi. Sementara itu, Charlton perlu segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk di papan bawah. Kemenangan atas Charlton menjadi bukti bahwa Watford masih memiliki semangat juang untuk bangkit dari keterpurukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *