FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Turnamen tenis Wuhan Open 2026 menyajikan final dramatis yang berakhir dengan kemenangan Maja Chwalinska atas Sonay Kartal. Dalam pertandingan yang berlangsung di Wuhan, China, Minggu (18/10/2026), petenis Polandia berusia 25 tahun itu bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menang 2-6, 6-4, 6-2. Kemenangan ini menjadi gelar WTA pertama bagi Chwalinska sekaligus menempatkannya dalam klub eksklusif bersama Naomi Osaka, Bianca Andreescu, dan Victoria Mboko sebagai petenis yang meraih gelar perdananya di level WTA 1000.
Chwalinska memulai pertandingan dengan gugup. Kartal, yang tampil agresif dengan forehand kerasnya, memanfaatkan kesalahan drop shot dan slice lawannya untuk menguasai set pertama. Namun, momentum berbalik di set kedua. Chwalinska mulai menemukan ritme permainannya, memperpanjang reli, dan melakukan tiga kali break servis untuk menyamakan kedudukan. Di set penentuan, ia terus menekan dan memenangkan empat gim beruntun hingga memastikan kemenangan.
“Itu adalah pertarungan yang luar biasa,” ujar Kartal usai laga. Petenis Britania itu sebelumnya mengejutkan banyak pihak dengan melaju ke final Wuhan Open hanya dalam turnamen ketiganya setelah absen enam bulan akibat cedera punggung. Meski kalah, peringkatnya yang semula 170 dunia diproyeksikan akan melesat naik.
Bagi Chwalinska, gelar ini menjadi puncak musim yang luar biasa. Awal tahun ia berada di peringkat 146, tetapi kemudian menembus final Prancis Terbuka sebagai qualifier pada Juni lalu. Kini ia diproyeksikan naik ke peringkat 11 dunia, debutnya di top 20. “Gelar ini terasa sangat manis. Saya masih belum menyadari bahwa saya menang,” katanya dalam konferensi pers. “Setelah Prancis Terbuka, ada momen-momen sulit dan orang-orang juga keras terhadap saya. Tapi saya terus bekerja keras dan bersyukur kerja keras itu terbayar.”
Final Wuhan Open tahun ini juga menjadi cermin kedalaman tenis putri China meskipun bintang utama Zheng Qinwen absen karena cedera bahu kanan. Shi Han, petenis peringkat di luar 200 dunia, mencuri perhatian dengan mengalahkan unggulan 13 asal Amerika Serikat, Solana Sierra, di putaran pertama. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Shi atas lawan top 20 dan kemenangan pertama di babak utama WTA 1000. Ia kemudian memberi perlawanan sengit kepada finalis AS Terbuka, Leylah Fernandez, sebelum menyerah straight set.
Selain Shi, Guo Hanyu juga melaju hingga babak 16 besar, sementara petenis veteran Zhang Shuai, 37 tahun, tetap menunjukkan semangat juangnya di tengah musim yang melelahkan. “Saya bangga dengan semangat juang yang saya miliki. Saya ingin berjuang untuk setiap bola dan berharap semuanya klik pada akhirnya,” tambah Chwalinska, yang juga memuji penampilan Kartal.
Dengan hasil ini, Wuhan Open kembali membuktikan posisinya sebagai panggung bagi para petenis untuk mencuri perhatian, baik yang sedang menanjak maupun yang bangkit dari keterpurukan. Bagi Chwalinska, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga pembuktian bahwa kerja keras dan ketangguhan mental mampu mengubah nasib. Sementara bagi Kartal, final ini menjadi batu loncatan untuk kembali ke performa terbaiknya setelah cedera panjang.











