FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Laga garudayaksa fc vs arema fc pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026), berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil ini menjadi kemenangan perdana Garudayaksa FC sekaligus kekalahan pertama Arema FC musim ini. Pertandingan garudayaksa fc vs arema fc sempat berjalan dramatis setelah tim tamu unggul lebih dahulu pada menit kelima.
Arema FC membuka keunggulan melalui sundulan Matheus da Conceição Nascimento, akrab disapa Matheus Blade, yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Marcos Vinicius. Gol cepat itu sempat membuat tuan rumah tertekan. Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengakui timnya tampil buruk di awal laga. “Kami kebobolan dari situasi set piece. Padahal kami sudah melatihnya. Arema memang salah satu tim terbaik dalam attacking set piece di liga ini,” ujarnya seusai pertandingan.
Namun, Garudayaksa FC tidak kehilangan arah. Tim berjuluk Spirit of Garuda itu meningkatkan intensitas permainan dengan operan pendek dan serangan balik cepat. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-34 melalui Brian Alejandro Rubio Rodriguez yang menyamakan kedudukan. Hanya dua menit berselang, Jayro Hestefano Jean membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1. Skor bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Garudayaksa FC semakin percaya diri. Carlos Iury Bezerra da Silva memperlebar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-70. Arema FC berusaha mengejar, tetapi pertahanan tuan rumah solid hingga peluit akhir. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Garudayaksa FC yang sebelumnya belum pernah menang dalam empat laga (dua kekalahan, dua imbang).
Dengan tambahan tiga poin, Garudayaksa FC naik ke peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Sementara Arema FC tertahan di posisi ke-10 dengan enam poin, turun satu tingkat dari pekan sebelumnya. Kekalahan ini juga memutus catatan tak terkalahkan Singo Edan yang sebelumnya meraih satu kemenangan dan tiga hasil imbang.
COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat, menyatakan optimisme timnya untuk bersaing di papan atas. “Kami masih yakin bisa bersaing. Target finis di lima besar tetap realistis,” katanya. Ia menambahkan bahwa kemenangan atas Arema FC mulai membuktikan jati diri Garudayaksa FC sesungguhnya.
Pertandingan garudayaksa fc vs arema fc juga menyoroti efektivitas strategi Joksic dalam memanfaatkan kecepatan pemain sayap dan transisi cepat. Trigol Brian Rubio, Jayro Jean, dan Carlos Iury menjadi bukti kualitas lini depan Garudayaksa FC yang sebelumnya kurang tajam. Sementara bagi Arema FC, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi, terutama dalam menjaga keunggulan dan antisipasi serangan balik lawan.
Kemenangan ini tidak hanya mengangkat posisi Garudayaksa FC di klasemen, tetapi juga memberi suntikan moral bagi tim promosi. Di sisi lain, Arema FC harus segera bangkit untuk mempertahankan persaingan di papan tengah. Laga garudayaksa fc vs arema fc akan dikenang sebagai momen comeback dramatis yang mengubah dinamika kedua tim musim ini.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Garudayaksa FC berpeluang terus merangkak naik jika mampu menjaga konsistensi. Sementara Arema FC dituntut segera memperbaiki performa agar tidak tertinggal lebih jauh. Pertarungan garudayaksa fc vs arema fc menjadi bukti bahwa kejutan selalu mungkin terjadi di BRI Super League 2026/2027.
