FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Pertandingan pekan ke-10 J1 League 2026/27 antara kashima vs v-varen nagasaki di Mercari Stadium, Sabtu (17/10/2026), berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah Kashima Antlers. Namun, kemenangan itu tercipta dengan cara yang luar biasa cepat: hanya dalam 18 detik, wasit Hiroki Kasahara menunjuk titik putih setelah Čavrić dilanggar di kotak penalti. Léo Ceará yang dipercaya sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa Kashima unggul 1-0.
Belum genap lima menit, Kashima menggandakan keunggulan. Memanfaatkan umpan terobosan Hayashi, Čavrić berhasil memenangkan duel satu lawan satu dengan kiper Nagasaki dan menaklukkan gawang lawan untuk kedua kalinya. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, meninggalkan Nagasaki dalam posisi sulit.
Bagi V-Varen Nagasaki, awal pertandingan benar-benar mimpi buruk. Dua gol dalam lima menit pertama memaksa mereka bermain mengejar ketertinggalan. Meski demikian, tim asuhan pelatih ini perlahan bangkit dan menguasai bola. Matheus dan Hasegawa menjadi motor serangan, sementara Jonathan beberapa kali mengancam. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat peluang emas tidak berbuah gol.
Memasuki babak kedua, Nagasaki melakukan pergantian untuk menambah daya gedor. Yasuda masuk pada menit ke-54, disusul Yamazaki dan Shindo pada menit ke-67. Onaga dan Sawada juga dimasukkan pada menit ke-85. Hasilnya, Nagasaki semakin mendominasi penguasaan bola dan mencatat total 16 tembakan, 11 di antaranya dari dalam kotak penalti. Sayangnya, hanya 4 yang mengarah ke gawang, dan tidak satu pun berhasil menjebol gawang Kashima.
Kashima sendiri bermain efisien. Meski kalah dalam penguasaan bola (49% berbanding 51%) dan jumlah umpan (474 berbanding 488), mereka lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pertahanan rapat mereka, yang dikomandoi Naomichi Ueda, serta serangkaian penyelamatan gemilang kiper Tomoki Hayakawa, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Bahkan, sebuah penyelamatan di garis gawang oleh Ueda menjadi momen krusial yang menjaga clean sheet.
Kemenangan ini merupakan clean sheet ketiga beruntun bagi Kashima. Pelatih Oniki pun mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. “Selesai dengan nol di akhir pertandingan adalah tanda pertumbuhan,” ujarnya. Sementara itu, bagi Nagasaki, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsentrasi sejak menit pertama dan ketajaman di depan gawang.
Secara historis, kashima vs v-varen nagasaki memang didominasi oleh Kashima. Dari enam pertemuan yang tercatat sejak 2018 hingga 2026, Kashima selalu menang, termasuk kemenangan 2-0 kali ini. Hasil ini semakin menegaskan superioritas Kashima atas Nagasaki dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan tambahan tiga poin, Kashima semakin percaya diri menghadapi laga tandang melawan Kyoto Sanga. Sedangkan Nagasaki akan menjamu Sanfrecce Hiroshima di kandang sendiri, berusaha bangkit dari kekalahan pahit ini. Pertandingan kashima vs v-varen nagasaki akan selalu dikenang sebagai contoh bagaimana sebuah tim bisa menguasai pertandingan tetapi tetap kalah karena kurangnya penyelesaian akhir dan pertahanan yang solid dari lawan.
Bagi para penggemar sepak bola Jepang, duel kashima vs v-varen nagasaki menjadi pengingat bahwa efisiensi di depan gawang dan disiplin bertahan adalah kunci meraih kemenangan, bahkan ketika tim lawan tampil lebih dominan. Kashima membuktikan bahwa mereka masih tim yang haus gelar dan siap bersaing di papan atas musim ini.











