Macarthur FC vs Perth Glory: Drama Penalti Kontroversial dan Kartu Merah di Menit Akhir

Macarthur FC vs Perth Glory: Drama Penalti Kontroversial dan Kartu Merah di Menit Akhir
Macarthur FC vs Perth Glory: Drama Penalti Kontroversial dan Kartu Merah di Menit Akhir

FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Pertandingan macarthur fc vs perth glory pada pekan perdana A-League 2026-2027 di Stadion Campbelltown Sports, Sabtu (17/10/2026), berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 bagi tuan rumah. Namun, kemenangan tersebut tidak lepas dari kontroversi wasit yang membuat kubu Perth Glory merasa dirugikan.

Perth Glory sempat unggul lebih dulu melalui gol kapten Tom Lawrence pada menit ke-59. Lawrence melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tidak mampu diantisipasi kiper Macarthur. Gol tersebut membangkitkan harapan Glory untuk meraih kemenangan pembuka pertama sejak 2014.

Namun, harapan itu sirna di sepuluh menit terakhir. Wasit memberikan penalti kepada Macarthur setelah bola mengenai lengan Calem Nieuwenhof. Keputusan ini memicu kemarahan kubu Perth Glory. Kapten Tom Lawrence menyebut keputusan tersebut sebagai “keputusan yang mengerikan” dan “membuat liga ini tampak konyol”. Pelatih Perth Glory, Adam Griffiths, juga mengaku tidak yakin bola mengenai tangan pemainnya.

Ryan Fraser, yang menjadi eksekutor, sempat gagal pada percobaan pertama karena bola ditepis kiper Matt Sutton. Namun, wasit memerintahkan penalti diulang karena pemain Perth Glory, Cher Deng, masuk ke kotak penalti sebelum bola ditendang. Pada percobaan kedua, Fraser tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-86.

Kemenangan Macarthur FC akhirnya tercipta pada menit ke-89 melalui sundulan bek Jonathan Aspropotamitis yang memanfaatkan umpan sepak pojok. Gol ini memastikan tiga poin penuh bagi tuan rumah dan menempatkan Macarthur di peringkat kedua klasemen sementara.

Dalam pertandingan macarthur fc vs perth glory ini, pelatih Macarthur FC menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mempercayakan posisi sayap kanan kepada Luke Vickery. Winger berusia 20 tahun tersebut bermain selama 55 menit sebelum digantikan oleh Bernardo Oliveira. Berdasarkan statistik, Vickery mencatatkan 28 sentuhan bola, akurasi umpan 43 persen (6 dari 14), satu tembakan tidak tepat sasaran, dan memenangi empat dari enam duel. Penampilannya menarik minat klub League One, Peterborough United, pada bursa transfer musim panas lalu, tetapi Vickery memilih bertahan untuk mengembangkan karier di A-League.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Perth Glory dalam laga pembuka musim. Terakhir kali mereka menang di pekan pertama adalah pada 2014 melawan Wellington Phoenix. Sementara itu, bagi Macarthur FC, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi panjang.

Dengan hasil ini, macarthur fc vs perth glory menyajikan drama dan kontroversi yang akan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Australia. Wasit Rio Permana Putra yang memimpin pertandingan menjadi sorotan utama setelah keputusan penaltinya. Baik Macarthur FC maupun Perth Glory akan berusaha move on dan fokus pada pertandingan berikutnya.

Secara keseluruhan, laga macarthur fc vs perth glory membuktikan bahwa A-League selalu menyajikan cerita menarik. Kemenangan dramatis Macarthur FC diwarnai kontroversi yang akan dikenang, sementara Perth Glory harus menerima kenyataan pahit dan segera bangkit untuk pertandingan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *