FaktaHari – 18 Oktober 2026 | NEC Nijmegen masih belum mampu menemukan kembali performa terbaiknya. Klub asal Belanda tersebut kini telah menjalani tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan hasil terbaru adalah imbang 1-1 melawan Levski Sofia pada matchday kedua Liga Europa di Stadion de Goffert, Kamis (15/10/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi poin pertama NEC Nijmegen di fase liga Eropa, setelah sebelumnya dihancurkan Juventus dengan skor telak 5-0 pada laga pembuka.
Dalam pertandingan melawan Levski Sofia, NEC Nijmegen sebenarnya tampil mendominasi. Tim asuhan Dick Schreuder itu menguasai bola hingga 58 persen dan menciptakan 12 peluang, berbanding 7 milik tamu. Namun, lini pertahanan yang kurang disiplin membuat mereka tertinggal lebih dulu pada menit ke-35 melalui gol Reinaldo Nascimento Satorno. Beruntung, kapten Tjaronn Chery menyelamatkan muka NEC Nijmegen dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-64. Kiper Levski, Svetoslav Vutsov, juga menjadi tembok kokoh dengan delapan penyelamatan gemilang.
Meski demikian, hasil imbang ini tetap memperpanjang rekor buruk NEC Nijmegen. Terakhir kali mereka meraih kemenangan adalah pada 29 Agustus 2026. Sejak itu, rentetan hasil negatif membuat posisi tim di klasemen Liga Europa terpuruk di kelompok bawah. Kini, tantangan berat menanti: bertandang ke markas Dinamo Zagreb di Stadion Maksimir, Kamis (22/10/2026) mendatang.
Menjelang laga krusial tersebut, gelandang NEC Nijmegen, Darko Nejasmic, angkat bicara. Pemain berdarah Kroasia itu mengaku sangat antusias menghadapi Dinamo Zagreb, klub yang ia sebut sebagai rival terbesar keluarganya. “Ini tentu istimewa. Kami akan bermain melawan rival terbesar saya. Sejak kecil saya sudah pergi ke Split bersama ayah untuk menonton Hajduk, jadi rivalitas dengan Dinamo Zagreb sudah tumbuh dalam diri saya. Tapi saya cukup berpengalaman untuk menyikapinya dengan tenang,” ujar Nejasmic.
Nejasmic juga menyoroti kemenangan Hajduk Split atas Ajax di Conference League. Menurutnya, bermain di Split memang selalu sulit bagi tim tamu karena tekanan suporter. “Saya sudah memainkan sekitar 70 pertandingan di sana, jadi saya tahu betul atmosfernya. Dinamo Zagreb juga tim kuat dengan pemain berpengalaman. Mereka pernah mengalahkan Tottenham beberapa tahun lalu, dan beberapa pemainnya masih ada. Tapi kami punya peluang,” tambahnya.
Dukungan moril akan datang dari keluarga dan teman-teman Nejasmic. Dari Split ke Zagreb, perjalanan darat memakan waktu sekitar empat setengah jam. “Saya sudah mengatur sekitar 15 tiket untuk mereka. Ini akan menjadi road trip yang menyenangkan,” katanya.
Di sisi lain, situasi NEC Nijmegen juga diwarnai dinamika internal. Bintang anyar Dusan Tadic sempat menjadi sorotan setelah komentarnya tentang Ajax dan adaptasi di NEC Nijmegen. Sebagian suporter sempat kecewa, namun kapten Chery menegaskan bahwa Tadic masih dalam proses berkembang. “Saya mengenal Dusan sebagai pemain dan pribadi. Dia datang untuk meningkatkan level tim. Saya paham apa yang dia maksud. Kualitasnya luar biasa, dan segera dia akan menjadi sosok penting bagi kami,” ujar Chery.
Pelatih Dick Schreuder dikabarkan telah berbicara dengan Tadic dan menyatakan situasi sudah kondusif. Dukungan penuh juga diberikan kepada Nejasmic yang akan menghadapi mantan rival bebuyutannya. Meski NEC Nijmegen sedang dalam tren negatif, semangat dan motivasi pemain tetap tinggi untuk bangkit di Zagreb.
Dengan segala dinamika yang ada, laga melawan Dinamo Zagreb akan menjadi ujian sesungguhnya bagi NEC Nijmegen. Mampukah mereka mengakhiri paceklik kemenangan dan meraih hasil positif di kandang lawan? Publik Nijmegen tentu berharap tim kesayangan mereka bisa segera kembali ke jalur kemenangan.











