FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Iga Świątek membuat keputusan besar setelah mengalami cedera otot quadriceps yang memaksanya menelan kekalahan pahit di semifinal WTA 1000 Wuhan. Petenis Polandia peringkat satu dunia itu memastikan diri tetap akan terbang ke Ningbo untuk mengikuti turnamen WTA 500, meskipun kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. Keputusan ini diambil demi mengejar tiket ke WTA Finals yang semakin tipis peluangnya.
Dalam laga dramatis melawan sahabatnya, Maja Chwalińska, Iga Świątek harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 5-7, 1-6. Pertandingan yang berlangsung di Wuhan Open tersebut berjalan tidak seperti biasanya. Sejak awal turnamen, Iga Świątek sebenarnya sudah merasakan nyeri di otot quadriceps kaki kirinya. Namun, ia memilih untuk terus bermain dan menyembunyikan rasa sakit itu hingga akhirnya cedera tersebut memburuk di pertengahan laga.
Momen paling mendebarkan terjadi saat kedudukan 5-6 di set pertama. Iga Świątek yang sedang unggul 5-3 dan memiliki dua set point tiba-tiba kehilangan momentum. Chwalińska bangkit dan memaksa terjadinya tie-break. Di tengah tekanan tersebut, Świątek meminta bantuan medis. Ia terlihat menangis kesakitan saat fisioterapis membalut kakinya. Meski demikian, ia menolak untuk mundur dari pertandingan.
“Saya tidak ingin menyerah karena Maja bermain sangat baik. Saya ingin dia menang dengan cara yang sportif,” ujar Świątek dalam konferensi pers usai laga. Ia mengaku sudah mempertimbangkan untuk walkout setelah pertandingan melawan Magdalena Fręch di babak sebelumnya, tetapi memutuskan untuk bertahan karena masih bisa bermain normal. “Hari ini sudah terlalu berat,” tambahnya.
Keputusan untuk tetap tampil di Ningbo menjadi taruhan besar bagi Iga Świątek. Saat ini, ia bersaing ketat dengan Karolina Muchova dan Marta Kostiuk untuk memperebutkan tiket ke WTA Finals. Muchova dipastikan absen di Ningbo, sementara Kostiuk akan berlaga. Świątek harus meraih hasil maksimal di Ningbo dan Tokyo jika ingin mengamankan tempatnya di turnamen akhir tahun tersebut. Jika gagal, ia mengaku siap menerima konsekuensinya, bahkan bercanda akan mengambil liburan panjang.
Di sisi lain, Maja Chwalińska mengungkapkan rasa harunya atas kemenangan tersebut. Ia menyebut Świątek sebagai legenda hidup dan berharap sahabatnya segera pulih. “Dia bilang, ‘Kalau aku tidak lolos WTA Finals, aku akan bunuh kamu’,” ujar Chwalińska sambil tertawa, menirukan gurauan Świątek. Chwalińska sendiri akan menghadapi Sonay Kartal di final Wuhan Open.
Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Iga Świątek yang tengah berjuang mengembalikan performa terbaiknya. Meski demikian, semangat juangnya patut diacungi jempol. Ia memilih untuk terus melangkah meski risiko kesehatan menghantui. Publik tenis dunia tentu berharap Iga Świątek dapat segera pulih dan kembali bersinar di lapangan.
Kesimpulannya, meskipun cedera menjadi momok yang menakutkan, tekad Iga Świątek untuk tetap bersaing di Ningbo menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap karier dan ambisinya meraih gelar WTA Finals. Kita nantikan aksinya di lapangan.
