FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Gangwon FC harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Dalam laga pembuka kandang di ajang AFC Champions League 2 (ACL2) musim 2026-2027, tim asal Korea Selatan itu tumbang 1-2 dari wakil Kamboja, Phnom Penh Crown, pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gangneung, 15 Oktober 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Gangwon FC yang sebelumnya juga hanya bermain imbang 0-0 melawan Kitchee SC dari Hong Kong pada laga pertama Grup H.
Dengan hasil ini, Gangwon FC baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan, sementara Phnom Penh Crown memuncaki klasemen Grup H dengan enam poin berkat dua kemenangan beruntun. Kemenangan Phnom Penh Crown juga berdampak besar pada peringkat koefisien sepak bola Asia. Liga Indonesia harus rela turun ke peringkat 18 Asia setelah disalip oleh Kamboja, yang mendapatkan tambahan poin dari kemenangan Phnom Penh Crown dan hasil imbang Preah Khan Reach Svay Rieng melawan Shanghai Shenhua.
Dalam pertandingan tersebut, Gangwon FC tampil dominan sejak awal babak pertama. Pelatih menurunkan formasi 4-4-2 dengan mengandalkan duet Abdallah dan Park Sang-hyuk di lini depan. Lini tengah diisi oleh Cho Won-woo, Lee Yong-jae, Kim Yi-seok, dan Kang Yun-gu, sedangkan lini belakang dipercayakan kepada Hong Chul, Kang Sung-yun, Go Eun-seok, dan Kim Do-hyun. Kim Yu-seong berdiri di bawah mistar gawang.
Meski menguasai jalannya pertandingan, Gangwon FC kesulitan menembus pertahanan rapat Phnom Penh Crown. Tembakan jarak jauh Lee Yong-jae pada menit ke-36 masih bisa ditepis kiper, dan peluang Cho Won-woo dari dalam kotak penalti melenceng dari sasaran. Justru tim tamu yang berhasil mencetak gol lebih dulu melalui sepakan kaki kanan Gito Mailand dari luar kotak penalti pada menit ke-44. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Gangwon FC meningkatkan intensitas serangan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-15 setelah Park Sang-hyuk dilanggar oleh Rick Ketting di dalam kotak penalti. Abdallah yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-16.
Namun, kegembiraan Gangwon FC tidak bertahan lama. Pada menit ke-32, wasit kembali menunjuk titik putih setelah Jung Seung-bin melanggar Moses Dyer di area terlarang. Dyer sendiri yang mengambil tendangan penalti tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa Phnom Penh Crown kembali unggul 2-1 pada menit ke-33.
Gangwon FC berusaha keras mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Choi Jin-an dan Yoo Byung-hun. Di masa tambahan waktu enam menit, sundulan Kang Sung-yun, tembakan Cho Won-woo, dan sepakan Yoo Byung-hun silih berganti mengancam gawang lawan. Sayangnya, kiper Phnom Penh Crown tampil gemilang dan blok pemain bertahan menggagalkan setiap peluang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Phnom Penh Crown.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam di Korea Selatan. Media setempat menyebutnya sebagai “derrota impactante” atau kekalahan yang memalukan karena Gangwon FC takluk di kandang sendiri dari tim yang dianggap lebih lemah. Kini Gangwon FC harus segera bangkit karena masih ada sisa pertandingan fase grup melawan Kuching City FC, Kitchee SC, dan Phnom Penh Crown. Peluang untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka, tetapi mereka wajib meraih kemenangan di laga-laga selanjutnya.
Sementara itu, dalam kompetisi domestik K League 1 2026, Gangwon FC akan menghadapi Incheon United pada 18 Oktober 2026. Laga ini krusial bagi Incheon yang membutuhkan kemenangan untuk masuk enam besar, sedangkan Gangwon FC cukup bermain imbang untuk memastikan tempat di babak championship. Rekor kandang Gangwon FC yang solid—hanya kalah tiga kali di kandang—menjadi modal berharga. Namun, kekalahan dari Phnom Penh Crown bisa memengaruhi mental bertanding pasukan Gangwon FC.
Dengan performa yang naik turun, Gangwon FC dituntut untuk segera berbenah. Kekalahan di ACL2 telah mencoreng reputasi mereka di kancah Asia, dan kini fokus beralih ke kompetisi domestik. Jika mampu mengatasi tekanan, Gangwon FC masih bisa menyelamatkan musim ini. Namun, jika tidak, posisi mereka di ACL2 dan K League bisa terancam. Hanya waktu yang akan menjawab apakah Gangwon FC mampu bangkit atau justru semakin terpuruk.
