Dodgers Gagal Three-Peat, Pat Murphy Sindir Hall of Famers, Masa Depan Ohtani Dipertanyakan

Dodgers Gagal Three-Peat, Pat Murphy Sindir Hall of Famers, Masa Depan Ohtani Dipertanyakan
Dodgers Gagal Three-Peat, Pat Murphy Sindir Hall of Famers, Masa Depan Ohtani Dipertanyakan

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Los Angeles Dodgers harus mengubur mimpi meraih gelar World Series ketiga berturut-turut setelah disapu bersih Milwaukee Brewers di NLCS. Kekalahan 4-0 dalam seri tersebut menjadi pukulan telak bagi dinasti modern bisbol, yang sebelumnya dianggap tak terbendung. Musim Dodgers berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, memicu berbagai pertanyaan tentang arah tim ke depan.

Manajer Brewers, Pat Murphy, melontarkan pernyataan pedas setelah keberhasilan timnya meraih pennant pertama sejak 1982. “Mereka mungkin punya banyak Hall of Famers, tapi kami punya banyak pejuang. Dan para pejuang menang minggu ini,” ujarnya di podium. Murphy juga menegaskan rasa hormatnya kepada Dave Roberts dan Andrew Friedman, namun menekankan bahwa timnya datang dengan tekad baja. “Saya hormat pada Dave, Andrew, dan seluruh organisasi. Tapi kami lapar, dan selama lapangan adil, kami akan memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Di sisi lain, Dave Roberts mengirim pesan kepada para pemainnya setelah eliminasi. Meski tidak merinci isi pesannya, Roberts menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. “Kami harus melihat ke dalam dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki,” katanya. Kekalahan ini juga memunculkan kritik tajam terhadap performa Shohei Ohtani, yang dianggap tidak tampil seperti biasanya. Analis Fabian Ardaya menyebut, “Dia tidak sama musim ini. Bahkan sebelum cedera menumpuk, dan jelas setelah Agustus. Perlu ada evaluasi ulang tentang bagaimana mereka mengatur jadwalnya, bagaimana dia melakukan keduanya.”

Ohtani, yang akan berusia 33 tahun musim depan, menghadapi ketidakpastian. Cedera lutut, leher, dan lengan membatasi kontribusinya. Ia hanya tampil dalam delapan pertandingan pada bulan terakhir musim reguler dengan rata-rata .200. Di postseason, ia hanya mencetak 5 hit dalam 26 at-bat dengan satu home run. Meski demikian, Ohtani masih ingin terus menjadi pemain dua arah. “Dia bilang masih ingin melakukan keduanya; dia masih ingin melempar,” ungkap Ardaya. Dodgers harus mempertimbangkan apakah perlu operasi dan bagaimana mengatur beban kerjanya di 2027.

Dari sisi skuad, beberapa pemain diprediksi akan hengkang. Tarik Skubal menjadi nama paling menarik di pasar bebas. Jika Dodgers ingin mempertahankannya, mereka harus merogoh kocek dalam. Namun, peluang mempertahankan pereda seperti Blake Treinen, Brusdar Graterol, dan Evan Phillips terbilang kecil. Alex Vesia mungkin mencari bayaran lebih tinggi, sementara Kris Bubic bisa pindah untuk kembali menjadi starter. Miguel Rojas akan pensiun, dan Kiké Hernández juga mungkin tidak diperpanjang. Lauer kemungkinan tidak dipertahankan, meski bisa dijadikan opsi kedalaman.

Kekecewaan juga dirasakan para penggemar dan pengamat. Dalam surat pembaca Los Angeles Times, banyak yang menyebut kekalahan ini sebagai akhir dari era Dodgers. “Mereka menghadapi dua lawan besar: Brewers dan Father Time,” tulis seorang pembaca. Ada pula yang menyoroti kelemahan pemukul kidal Dodgers dalam menghadapi pitcher kidal lawan. Namun, tidak sedikit yang tetap mengapresiasi pencapaian Dodgers dalam beberapa tahun terakhir. “Dodgers tidak buruk. Musim ini bukan kegagalan. Mereka hanya kalah dari tim yang lebih baik,” ujar pembaca lain.

Di sisi lain, mantan prospek Dodgers, Jose Ramos, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan bersama tim Triple-A Mets. Setelah sempat mengecewakan di Double-A, Ramos mencetak .294 dengan 4 home run dan 27 strikeout dalam 32 pertandingan di Triple-A. Meski bukan calon bintang, ia bisa menjadi opsi kedalaman yang berguna bagi Mets karena kemampuan memukul dari sisi kanan.

Dengan banyaknya keputusan sulit menjelang musim dingin, Dodgers harus segera menyusun strategi. Mereka perlu memperkuat lini serang, menata kembali rotasi pitching, dan menentukan masa depan Ohtani. Kegagalan meraih three-peat menjadi pukulan, tetapi bukan akhir dari segalanya. Seperti kata seorang penggemar, “Ini adalah jatuhnya kerajaan Dodgers. Itu indah selama itu berlangsung.” Kini, saatnya bagi Dodgers untuk bangkit dan membangun kembali kekuatan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *