FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Persib Bandung berhasil menaklukkan wakil Vietnam, The Cong Viettel, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Gol tunggal kemenangan Maung Bandung dicetak oleh Mariano Peralta melalui titik penalti menjelang babak pertama berakhir. Hasil ini membuat Persib kukuh di puncak klasemen sementara Grup E dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan, sementara The Cong Viettel tertahan di peringkat ketiga dengan satu poin.
Pertandingan ini menjadi ajang adu strategi yang kontras antara kedua tim. The Cong Viettel yang diasuh pelatih Velizar Popov tampil dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 53,1 persen dan melepaskan 408 operan dengan akurasi mencapai 83,8 persen. Lini tengah mereka yang dikomandoi kapten Phan Tuấn Tài berhasil mengalirkan bola dengan presisi, bahkan akurasi operan di area pertahanan Persib mencapai 70,9 persen. Namun, dominasi tersebut tidak berbuah gol karena disiplin lini belakang Persib yang dikawal Marc Klok dan kolega mampu meredam setiap serangan.
Sebaliknya, Persib Bandung bermain lebih sabar dan efisien. Meski hanya menguasai 46,9 persen bola melalui 359 operan berakurasi 79,1 persen, tim asuhan Igor Tolic ini mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Ketahanan fisik para penggawa Maung Bandung menjadi kunci dengan memenangkan 58,8 persen duel perebutan bola di darat serta unggul 55,3 persen pada duel udara. Kedisiplinan posisi juga memaksa The Cong Viettel melakukan banyak kesalahan, dengan catatan 11 intersep yang dilakukan pemain Persib.
Gol kemenangan Persib tercipta pada menit ke-45 setelah Mariano Peralta dilanggar oleh pemain The Cong Viettel, Kyle Colonna, di dalam kotak terlarang. Peralta yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan penalti dengan tenang, mengecoh kiper lawan. Usai pertandingan, Peralta mengaku senang dengan kemenangan ini dan menegaskan kesiapannya bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan pelatih. “Kami menampilkan permainan yang luar biasa hari ini. Rencana permainan berjalan sesuai dengan apa yang kami persiapkan dalam latihan,” ujar Peralta. “Saya bisa bermain di beberapa posisi di lini serang. Saya siap untuk pelatih dan siap bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan.”
Sementara itu, pelatih The Cong Viettel, Velizar Popov, mengakui bahwa kesalahan di lini pertahanan menjadi penyebab kekalahan timnya. “Tentu saja, sepak bola adalah permainan tentang kesalahan dan pada level ini kami melakukan kesalahan yang luar biasa untuk hukuman penalti, yang mana tidak ada jalan di level ini untuk tidak dihukum. Dan setelah itu terasa sulit untuk menyelamatkan pertandingan,” ungkap Popov. Meski kecewa, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah berjuang maksimal. “Saya ingin memberikan penghormatan kepada tim saya dan seluruh pemain saya karena mereka telah berjuang sebaik mungkin, mereka memberikan segalanya yang mereka miliki, dan kami mencoba memainkan sepak bola yang bagus,” tambahnya.
Kemenangan ini juga menghadirkan sejumlah fakta menarik. Salah satunya adalah kehadiran suporter tamu yang hanya seorang diri di stadion, menunjukkan minimnya dukungan langsung bagi The Cong Viettel di laga tandang. Selain itu, Persib berhasil menjaga rekor sempurna di fase grup dengan dua kemenangan beruntun. Mariano Peralta pun dinobatkan sebagai Player of the Match berkat gol krusialnya. Pelatih Igor Tolic juga memberikan pujian atas performa positif Sandy Walsh yang tampil penuh selama 90 menit di ACL 2, membuka peluang debutnya di Super League.
Dengan hasil ini, Persib Bandung semakin percaya diri menghadapi jadwal padat. Mereka akan menghadapi Persik Kediri di lanjutan Super League 2026/2027, dan mendapat tambahan amunisi dengan kembalinya Beckham Putra yang mengaku siap diturunkan setelah pulih dari cedera. Kemenangan atas The Cong Viettel menjadi modal berharga bagi Maung Bandung untuk terus melaju di kompetisi Asia dan domestik.
Secara keseluruhan, pertandingan ini membuktikan bahwa efisiensi dan disiplin taktik dapat mengalahkan dominasi penguasaan bola. Persib Bandung mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan tampil solid di lini belakang, sementara The Cong Viettel harus menerima kenyataan pahit meski telah berusaha keras. Kemenangan ini menjaga asa Persib untuk melaju ke babak berikutnya, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi The Cong Viettel untuk memperbaiki kesalahan di laga selanjutnya.
