Guardiola Puji Performa Man City Usai PSG vs City, Maresca Akui Salah Pilih Gelandang

Guardiola Puji Performa Man City Usai PSG vs City, Maresca Akui Salah Pilih Gelandang
Guardiola Puji Performa Man City Usai PSG vs City, Maresca Akui Salah Pilih Gelandang

FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Pertemuan PSG vs City di Liga Champions tengah pekan lalu menyita perhatian banyak pihak. Manchester City harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dengan skor 4-2 di Etihad Stadium, Rabu (14/10/2026). Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Enzo Maresca sejak menukangi The Citizens. Namun, di balik hasil pahit itu, tersimpan cerita menarik tentang kehadiran mantan pelatih Pep Guardiola yang memberikan dukungan langsung kepada tim.

Guardiola, yang meninggalkan City pada musim panas lalu, hadir di stadion untuk pertama kalinya sejak kepergiannya. Ia menyaksikan langsung laga PSG vs City dan bertemu dengan Maresca setelah pertandingan. Menurut Maresca, Guardiola memberikan penilaian positif terhadap performa City. “Saya bertemu dengannya setelah pertandingan, kami berbicara tentang jalannya laga, babak pertama, babak kedua. Dia sangat senang bisa berada di stadion, dan juga sangat positif tentang hal-hal yang dia lihat selama pertandingan,” ujar Maresca, dikutip dari Manchester Evening News.

Maresca juga mengungkapkan bahwa Guardiola merasa senang bisa kembali ke Etihad, yang selalu dianggapnya sebagai rumah. “Ini akan selalu menjadi rumahnya,” tambahnya. Kehadiran Guardiola di tengah kabar vonis bersalah dari komisi independen terkait 115 dakwaan menjadi suntikan moral tersendiri bagi City. Maresca menegaskan bahwa klub menangani situasi tersebut dengan baik dan kepercayaannya terhadap manajemen tetap 100 persen.

Meski demikian, kekalahan dari PSG menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Maresca. Ia mengakui telah melakukan kesalahan dalam memilih komposisi lini tengah. Dalam laga PSG vs City, Maresca memilih trio Rayan Cherki, Enzo Fernandez, dan Elliot Anderson yang lebih mengutamakan kualitas teknis ketimbang kekuatan fisik. Keputusan itu terbukti keliru karena PSG mendominasi area tengah dan mencetak tiga gol cepat melalui Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha.

“Saya memutuskan untuk bermain dengan fisik yang lebih sedikit dan lebih teknis dengan Rayan, tetapi melawan tim seperti ini Anda harus kuat di lini tengah,” aku Maresca dalam konferensi pers jelang laga melawan Ipswich Town, dikutip dari BBC Sport. Ia pun mengidentifikasi solusi untuk laga-laga besar ke depan: Ayyoub Bouaddi, Enzo Fernandez, dan Elliot Anderson. Kombinasi ini dianggap mampu memberikan keseimbangan antara kekuatan dan kualitas teknis.

Perubahan besar terjadi di babak kedua ketika Maresca memasukkan Bouaddi, Matheus Nunes, dan Iliman Ndiaye. City tampil lebih hidup dan Erling Haaland mencetak dua gol, salah satunya berkat assist Bouaddi. Sayangnya, gol Maghnes Akliouche memastikan PSG pulang dengan tiga poin. Meski kalah, semangat juang City di paruh kedua mendapat apresiasi, termasuk dari Guardiola.

Kini, City harus segera bangkit. Mereka akan menjamu Ipswich Town di Premier League pada Sabtu (17/10/2026) di Etihad Stadium. Maresca menyebut laga ini sebagai momen tepat untuk kembali ke jalur kemenangan. “Kami menangani ini dengan baik, para penggemar, tim, semua orang. Besok adalah pertandingan tiga poin, sama seperti di Anfield, penting untuk melanjutkan tren dan mencoba menang,” tegasnya.

Rotasi pemain diprediksi akan dilakukan mengingat jadwal padat, termasuk laga Liga Champions melawan AEK Athens pada 20 Oktober. Beberapa pemain seperti Nunes, Ndiaye, dan Bouaddi kemungkinan besar akan kembali masuk starting XI. Phil Foden juga sudah tersedia setelah absen. Prediksi susunan pemain City melawan Ipswich: Donnarumma; Nunes, Dias, Guehi, Gvardiol; Bouaddi, Fernandez, Cherki; Ndiaye, Haaland, Semenyo.

Dengan kekuatan penuh, City bertekad meraih tiga poin untuk menjaga posisi di puncak klasemen. Laga PSG vs City telah menjadi pelajaran berharga, dan sekarang fokus tertuju pada kebangkitan di Premier League. Dukungan Guardiola pun menjadi cambuk semangat bagi seluruh skuad.

Secara keseluruhan, pertemuan PSG vs City tidak hanya menyajikan pertarungan sengit di lapangan, tetapi juga cerita tentang sportivitas dan dukungan dari legenda klub. Kekalahan memang menyakitkan, tetapi City memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih tim yang tangguh. Dengan evaluasi dan perbaikan, The Citizens siap kembali ke jalur kemenangan dan mengukir prestasi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *