FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Nama Peralta kembali menghangatkan bursa transfer lintas benua. Di Rio de Janeiro, Botafogo dikabarkan tengah mengejar gelandang muda Uruguay, Mateo Peralta, sementara di Amerika Serikat, pitcher Freddy Peralta menjadi incaran sejumlah klub MLB, termasuk Boston Red Sox. Dua sosok berbeda dengan nama belakang sama itu sama-sama menjadi pusat perhatian pada pekan ini.
Di Brasil, Botafogo serius mengincar Mateo Peralta, pemain berusia 20 tahun yang saat ini memperkuat Danubio. Gelandang serang yang identik dengan nomor punggung 10 itu mencatatkan 33 penampilan dengan tujuh gol dan satu assist pada musim 2026. Kontraknya bersama Danubio akan berakhir pada Maret 2027, sehingga Botafogo berpeluang mendapatkan pemain ini dengan biaya simbolis. Rencananya, klub asal Rio itu akan memberikan pra-kontrak berdurasi empat tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, dan berharap Peralta bisa bergabung pada Januari 2027, lebih cepat dari jadwal semula.
Kabar ketertarikan Botafogo pertama kali mencuat setelah Presiden Danubio, Tabaré Fierro, membocorkannya kepada media Uruguay, El Espectador. Kebocoran ini membuat manajemen Botafogo waspada. Pasalnya, klub sedang dalam proses pemulihan judisial dan keuangan yang belum sepenuhnya stabil, sehingga bisa saja klub-klub dengan daya finansial lebih kuat masuk dan menyalip negosiasi. Meski demikian, pihak Botafogo tetap percaya diri karena telah menyiapkan penawaran yang matang dan menjanjikan menit bermain bagi Peralta.
Peralta bukan nama sembarangan. Ia pernah memperkuat timnas muda Uruguay di berbagai kelompok umur, termasuk dalam ajang Sul-Americano Sub-20 2025. Pada Juli 2026, Observatorium Sepak Bola CIES bahkan menempatkannya di posisi ketujuh sebagai gelandang terbaik di Amerika Selatan untuk kategori di bawah 21 tahun. Kemampuannya sebagai gelandang serba bisa—nyaman bermain sebagai gelandang nomor 8 maupun nomor 10—membuatnya dianggap sebagai penerus ideal bagi Álvaro Montoro, yang kemungkinan akan hengkang. Gaya bermainnya sering dibandingkan dengan Cristian Medina, namun ia memiliki karakteristik khas: teknik apik, penyelesaian akhir yang baik, dan mental kompetitif yang tinggi.
Jika negosiasi lancar, Peralta akan menjadi rekrutan pertama Botafogo untuk musim 2027. Jendela transfer Brasil akan dibuka pada 4 Januari 2027, dan manajemen berharap bisa meresmikan kedatangannya sebelum tanggal tersebut. Sementara itu, Botafogo juga tengah bersiap menghadapi laga lanjutan Campeonato Brasileiro melawan Chapecoense pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Stadion Nilton Santos. Laga ini menjadi ujian konsistensi skuad asuhan pelatih untuk tetap bersaing di papan atas.
Di belahan dunia lain, nama Peralta juga menjadi perbincangan hangat di bursa pitcher Major League Baseball. Freddy Peralta, yang musim lalu memperkuat Tampa Bay Rays setelah ditukar dari New York Mets, tampil impresif dengan ERA 3,25 dalam 10 start di musim reguler. Penampilan apiknya berlanjut di postseason dengan ERA 0,84 dalam dua start, membuatnya dijuluki sebagai salah satu pitcher tangan kanan terbaik yang akan memasuki pasar bebas. Boston Red Sox, yang mungkin kehilangan Sonny Gray, disebut-sebut sebagai peminat serius. Selain Peralta, Red Sox juga mempertimbangkan Michael King dan Casey Mize untuk memperkuat rotasi mereka.
King, yang juga pernah dikaitkan dengan Red Sox pada musim dingin lalu, memiliki opsi keluar dari kontraknya bersama San Diego Padres setelah mencatatkan ERA 3,21 dalam 32 start dan WAR 4,3—rekor tertinggi dalam kariernya. Sementara itu, Peralta diprediksi akan mendapatkan kontrak besar di pasar bebas. Dengan usia yang masih 31 tahun untuk King dan performa Peralta yang sedang menanjak, kedua pitcher ini menjadi komoditas panas. Bahkan, David Peterson, mantan pitcher Mets lainnya, juga disebut sebagai opsi underrated yang bisa berkembang di lingkungan yang tepat.
Kembali ke Brasil, masa depan Mateo Peralta di Botafogo masih menunggu penyelesaian administrasi. Klub berharap bisa segera mencapai kesepakatan sebelum rival-rivalnya bergerak. Jika berhasil, ini akan menjadi langkah cerdas bagi Botafogo yang tengah membangun skuad muda dan kompetitif. Sementara itu, di MLB, Freddy Peralta akan segera menentukan klub barunya, dan Boston Red Sox berpotensi menjadi pelabuhan berikutnya. Dua cerita berbeda dengan satu nama yang sama: Peralta. Keduanya sama-sama menjadi buruan di pasar transfer masing-masing, membuktikan bahwa nama Peralta sedang bersinar di dunia olahraga global.
Dengan segala dinamika yang ada, baik Botafogo maupun Red Sox harus bergerak cepat. Peluang untuk mendapatkan pemain atau pitcher berkualitas tidak datang dua kali. Bagi Botafogo, kehadiran Mateo Peralta bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Bagi Red Sox, mendatangkan Freddy Peralta atau Michael King bisa menjadi kunci untuk bersaing di divisi yang kompetitif. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua klub dan tentunya, pada sosok Peralta yang menjadi incaran banyak pihak.











