FaktaHari – 17 Oktober 2026 | Manchester City harus menelan pil pahit saat menjamu Paris Saint-Germain dalam laga Liga Champions tengah pekan lalu. Duel city vs psg yang berlangsung di Etihad Stadium itu berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan tim tamu. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi City di bawah asuhan Enzo Maresca, sekaligus menghentikan laju positif mereka setelah sebelumnya menang 3-0 atas Liverpool di Anfield.
Dalam pertandingan city vs psg tersebut, PSG tampil menggila di babak pertama. Gol dari Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha membuat City tertinggal 0-3 sebelum jeda. Maresca mengakui bahwa kesalahan pemilihan starting XI menjadi penyebab utama kekacauan di lini tengah. Ia memilih Rayan Cherki, Enzo Fernandez, dan Elliot Anderson untuk mengimbangi permainan teknis PSG, namun keputusan itu justru membuat City kehilangan kekuatan fisik di area sentral.
“Saya memutuskan untuk bermain dengan fisik yang lebih sedikit dan lebih teknis dengan Rayan, tetapi melawan tim seperti ini Anda harus kuat di tengah,” ujar Maresca dalam konferensi pers jelang laga melawan Ipswich Town, seperti dikutip BBC Sport.
Pada babak kedua, Maresca melakukan tiga pergantian sekaligus dengan memasukkan Ayyoub Bouaddi, Matheus Nunes, dan Iliman Ndiaye. Perubahan itu membawa dampak besar. City tampil lebih agresif dan berhasil mencetak dua gol melalui Erling Haaland, salah satunya diassist oleh Bouaddi. Namun, gol Maghnes Akliouche memastikan PSG pulang dengan tiga poin.
Meski kalah, Maresca mengaku mendapat dukungan morall dari pendahulunya, Pep Guardiola, yang hadir langsung di stadion. “Saya bertemu dengannya setelah pertandingan. Kami berbicara tentang jalannya laga, babak pertama dan kedua. Dia sangat senang bisa berada di stadion. Itu selalu menjadi rumahnya,” kata Maresca.
Guardiola juga memberikan apresiasi positif terhadap penampilan City, terutama di babak kedua. Kehadiran Guardiola di tengah sorotan vonis bersalah atas 115 pelanggaran aturan finansial Premier League menjadi angin segar bagi klub. Maresca menegaskan bahwa dirinya tetap percaya 100 persen kepada manajemen klub dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, kekalahan dari PSG dalam city vs psg menjadi pelajaran berharga bagi Maresca. Ia menyadari bahwa komposisi lini tengah harus lebih seimbang ketika menghadapi tim-tim besar Eropa. Bouaddi, Fernandez, dan Anderson disebutnya sebagai solusi potensial untuk laga-laga krusial ke depan.
City akan kembali berlaga di Premier League melawan Ipswich Town pada 17 Oktober. Maresca diprediksi akan melakukan rotasi dengan mengembalikan Nunes, Ndiaye, dan Bouaddi ke starting XI. Phil Foden juga sudah tersedia setelah menjalani pemulihan. Laga ini menjadi momen penting untuk bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan dari PSG tidak menggoyahkan mental juara.
Dengan skuad yang fully fit, City bertekad meraih tiga poin penuh di Etihad. Maresca menekankan bahwa pertandingan melawan Ipswich adalah kesempatan sempurna untuk kembali ke jalur kemenangan. “Kami harus membuat kebisingan kami sendiri dengan cara menang,” tegasnya.
Kehadiran Guardiola dan dukungan suporter menjadi energi tambahan. Maresca melihat bahwa sejak vonis dan kekalahan dari PSG, hubungan antara pemain, staf, dan fans justru semakin erat. Mereka bersatu menghadapi tekanan eksternal dan fokus pada apa yang bisa dikendalikan.
Duel city vs psg memang menyisakan kekecewaan, tetapi juga memberikan gambaran jelas tentang area yang perlu diperbaiki. Maresca kini memiliki data berharga untuk meracik strategi yang lebih matang, terutama saat menghadapi tim-tim dengan kualitas teknis tinggi seperti PSG. Laga melawan Ipswich akan menjadi ujian pertama dari pembenahan tersebut.
City juga akan menghadapi AEK Athens di Liga Champions pada 20 Oktober. Rotasi pemain menjadi kunci untuk menjaga kebugaran dan performa. Maresca ingin memastikan timnya tidak kehilangan momentum di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dengan segala dinamika yang terjadi, Manchester City tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Eropa. Kekalahan dari PSG bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari pembenahan. Maresca dan pasukannya siap membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan bersaing di level tertinggi.











