PSSI Siap Kelola Dana Rp391 Miliar dari FIFA, Fokus pada Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia dan Pembinaan Usia Dini

PSSI Siap Kelola Dana Rp391 Miliar dari FIFA, Fokus pada Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia dan Pembinaan Usia Dini
PSSI Siap Kelola Dana Rp391 Miliar dari FIFA, Fokus pada Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia dan Pembinaan Usia Dini

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Jelang penampilan tim nasional sepak bola wanita Indonesia di Piala Asia 2027, PSSI menerima kabar menggembirakan dari FIFA. Badan sepak bola dunia tersebut berencana mengalokasikan dana investasi sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar Rp391 miliar untuk masing-masing dari 211 asosiasi anggotanya, termasuk PSSI. Kebijakan ini merupakan bagian dari FIFA Surplus Solidarity Programme untuk periode 2027-2030 yang diusulkan dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss, menyusul kesuksesan komersial Piala Dunia 2026.

Dana bantuan tersebut wajib diprioritaskan untuk pembinaan infrastruktur, pengembangan sepak bola wanita, kompetisi usia dini, serta proyek jangka panjang. Hal ini menjadi angin segar bagi pengembangan tim nasional sepak bola wanita Indonesia yang tengah bersiap menatap Piala Asia 2027. Presiden FIFA Gianni Infantino mengklaim peningkatan dana bantuan ini sebagai bukti komitmennya melayani seluruh anggota secara merata. “Dalam sepuluh tahun sejak saya menjadi Presiden FIFA, dana bantuan kita telah melonjak drastis, dari yang semula hanya 1 juta dolar AS kini menyentuh 25 juta dolar AS untuk setiap asosiasi anggota,” ujar Infantino dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Lonjakan anggaran ini berhasil diwujudkan berkat keuntungan bersih organisasi yang diperkirakan menyentuh 5,2 miliar hingga 5,6 miliar dolar AS dari pergelaran Piala Dunia 2026. Meski mengucurkan total investasi hingga 6,35 miliar dolar AS, FIFA dipastikan tetap mengamankan dana cadangan keras sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga. Mekanisme rinci pengajuan, pencairan, hingga audit program dana bantuan ini dijadwalkan bakal difinalisasi pada rapat Dewan FIFA pada Desember 2026 mendatang.

Suntikan dana masif ini menjadi modal berharga bagi PSSI dalam memperkuat ekosistem sepak bola nasional, terutama saat skuad Garuda besutan John Herdman tengah bersiap menatap Piala Asia 2027 dengan modal positif usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Piala Asia 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Dengan dana tersebut, PSSI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan, termasuk untuk tim nasional sepak bola wanita Indonesia yang akan berlaga di ajang bergengsi tersebut.

Di sisi lain, pengembangan sepak bola wanita di Indonesia juga mendapat dukungan dari kompetisi domestik. Liga Putri Indonesia (Indonesia Women’s League) 2026 akan segera dimulai pada Minggu (18/10/2026) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Garudayaksa FC Women, salah satu tim peserta, menyatakan kesiapannya menghadapi Persita Women di laga pembuka. Tim yang dilatih Yopie Riwoe ini menunjuk Serena Francis sebagai manajer untuk mendukung program pengembangan tim.

Serena Francis, yang memiliki pengalaman sebagai CEO dan manajer tim Bintang Timur Academy di Atambua sejak 2021, menyatakan bahwa status underdog bukanlah batas ambisi. “Status underdog bukan batas ambisi. Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Merajut talenta berarti membangun kepercayaan, kekompakan, dan kesempatan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Serena dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).

Liga Putri Indonesia 2026 akan berjalan selama 17 pekan dengan total 49 pertandingan hingga 30 Januari tahun depan. Kompetisi ini diikuti oleh enam tim, yaitu Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Format yang digunakan adalah triple round robin pada babak reguler, di mana setiap tim akan bertemu sebanyak tiga kali satu sama lain. Babak reguler menggelar 45 pertandingan dalam 15 pekan. Nantinya, empat tim teratas akan melaju ke babak semifinal, dengan tim peringkat pertama melawan peringkat keempat dan peringkat kedua menghadapi peringkat ketiga.

Kehadiran Liga Putri Indonesia ini menjadi wadah penting bagi para pemain wanita untuk mengasah kemampuan dan bersaing secara sehat. Hal ini juga sejalan dengan fokus FIFA yang mendorong pengembangan sepak bola wanita di setiap asosiasi anggota. Dengan dana bantuan dari FIFA, PSSI diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur, pelatihan, dan kompetisi bagi tim nasional sepak bola wanita Indonesia serta generasi muda.

Secara keseluruhan, kombinasi antara dana investasi FIFA dan bergulirnya Liga Putri Indonesia menjadi momentum positif bagi sepak bola wanita Tanah Air. Dukungan finansial yang besar dapat dimanfaatkan untuk pembinaan jangka panjang, sementara kompetisi domestik menjadi ajang pembuktian bagi para talenta muda. Semua ini diharapkan dapat mengangkat prestasi tim nasional sepak bola wanita Indonesia di kancah internasional, terutama di Piala Asia 2027 mendatang. Dengan persiapan matang dan dukungan semua pihak, bukan tidak mungkin Indonesia dapat berbicara banyak di ajang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *