FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Cong An Ha Noi FC, sang juara bertahan V-League, tengah bersiap menghadapi salah satu jadwal terberat dalam sejarah sepak bola Vietnam. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, tim asuhan pelatih Mano Polking ini harus melakoni total 16 pertandingan di tiga kompetisi berbeda: AFC Champions League Elite (C1 Asia), AFC Champions League Two (C1 Asia Tenggara), dan V-League. Intensitas pertandingan yang mencapai rata-rata satu laga setiap empat hari ini menjadi ujian fisik dan mental yang luar biasa bagi para pemain, terutama bintang seperti Nguyen Quang Hai.
Dimulai dari ajang C1 Asia, Cong An Ha Noi FC akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari Jepang dan China. Mereka dijadwalkan bertemu Shanghai Port (27 Oktober), Kyoto Sanga (3 November), Vissel Kobe (24 November), dan Kashiwa Reysol (1 Desember). Sementara di C1 Asia Tenggara, mereka akan bersua Johor Darul Ta’zim dari Malaysia dan Preah Khan Reach Svay Rieng dari Kamboja pada 19 November. Belum lagi 10 pertandingan V-League yang harus dilakoni, termasuk derby ibu kota melawan Ha Noi FC pada 18 Oktober, serta laga kontra Thanh Hoa, Song Lam Nghe An, Cong An TP.HCM, Nam Dinh, Ninh Binh, Hoang Anh Gia Lai, Hai Phong, Da Nang, dan Bac Ninh.
Kepadatan jadwal ini diperparah dengan adanya FIFA Days pada 9-17 November, di mana sejumlah pemain Cong An Ha Noi FC kemungkinan besar dipanggil memperkuat timnas Vietnam untuk dua laga uji coba melawan Chinese Taipei dan Kyrgyzstan. Artinya, para pemain kunci seperti Quang Hai harus tetap tampil prima di level klub maupun negara, tanpa waktu istirahat yang memadai. Manajemen klub pun telah mengambil langkah antisipasi dengan memperdalam skuad, meningkatkan program pemulihan fisik, serta memperkuat tim medis agar para pemain dapat menjaga kebugaran di tengah jadwal yang padat.
Di ajang C1 Asia, Cong An Ha Noi FC baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Kashima Antlers pada matchday kedua. Gol bunuh diri Nguyen Abou Leygley Minh menjadi penentu kekalahan tersebut, meski secara permainan tim tuan rumah menunjukkan performa yang tidak mengecewakan. Kekalahan ini membuat langkah mereka di kompetisi elit Asia sedikit terhambat, namun peluang untuk bangkit masih terbuka lebar. Sementara itu, di kompetisi domestik, Cong An Ha Noi FC tampil perkasa dengan menyapu bersih tiga laga awal V-League 2026/27, mencetak 6 gol tanpa kebobolan. Mereka kini memuncaki klasemen dengan 9 poin, unggul dua poin atas Ninh Binh dan Song Lam Nghe An.
Pada laga pekan keempat V-League, Cong An Ha Noi FC akan menjamu Ha Noi FC dalam derby ibu kota yang sarat gengsi. Ha Noi FC, yang dilatih Harry Kewell, masih terseok-seok di peringkat 13 dengan hanya 3 poin. Lini belakang mereka rapuh dengan 7 gol kebobolan, terutama setelah kehilangan bek tangguh Do Duy Manh. Di sisi lain, Cong An Ha Noi FC memiliki pertahanan kokoh dan lini serang tajam yang dihuni Quang Hai, Leo Artur, dan Perea Andres. Meski demikian, kelelahan akibat berlaga di C1 Asia tengah pekan bisa menjadi faktor penentu. Pelatih Polking harus cermat memutar pemain agar tetap kompetitif di semua ajang.
Derby ibu kota ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga adu prestise antara dua kekuatan sepak bola Thủ đô. Cong An Ha Noi FC ingin membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan baru yang mendominasi sepak bola Vietnam, sementara Ha Noi FC berusaha mempertahankan statusnya sebagai legenda V-League. Pertemuan mereka selalu menyajikan drama dan tensi tinggi, terlebih lagi dengan kondisi kedua tim yang sedang tidak seimbang. Publik sepak bola Vietnam tentu berharap laga ini berjalan seru dan sportif.
Di sisi lain, kompetisi V-League musim ini juga diwarnai kejutan. Tim promosi Bac Ninh sempat merepotkan Ha Noi FC, sementara Hong Linh Ha Tinh dan Song Lam Nghe An tampil impresif di papan atas. Namun perhatian utama tetap tertuju pada Cong An Ha Noi FC yang harus menyeimbangkan ambisi di tiga kompetisi. Jika mampu melewati periode krusial ini dengan baik, bukan tidak mungkin mereka akan menorehkan sejarah sebagai tim Vietnam pertama yang sukses di kancah Asia sekaligus mempertahankan gelar domestik.
Dengan segala tantangan yang ada, Cong An Ha Noi FC tampaknya telah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dukungan manajemen, kedalaman skuad, dan mental juara akan menjadi kunci. Publik pun menantikan apakah ‘jadwal neraka’ ini akan menjadi batu loncatan menuju kejayaan atau justru menjadi bumerang yang menggerus performa mereka. Yang jelas, setiap pertandingan akan menjadi ujian berharga bagi perkembangan sepak bola Vietnam.











