Steven Gerrard Serukan Hukuman Berat untuk Manchester City dan Soroti Nasib Florian Wirtz

Steven Gerrard Serukan Hukuman Berat untuk Manchester City dan Soroti Nasib Florian Wirtz
Steven Gerrard Serukan Hukuman Berat untuk Manchester City dan Soroti Nasib Florian Wirtz

FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Steven Gerrard kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan tegas terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan yang menjerat Manchester City. Legenda Liverpool tersebut mendesak Premier League untuk menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada The Citizens, termasuk kemungkinan pencabutan gelar juara yang diraih selama periode 2009–2018. Menurut Steven Gerrard, hukuman tersebut bukan semata-mata didasari kepentingan pribadi, melainkan demi keadilan bagi klub-klub lain yang bersaing di masa itu.

Dalam wawancara bersama The Overlap, Gerrard mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin para pemain Manchester City menjadi sasaran balas dendam. Namun, ia menekankan bahwa klub harus menerima konsekuensi tegas jika terbukti bersalah. “Dalam hal perasaan saya, saya berpotensi terpengaruh jika Anda mau, saya tidak ingin pemain individu membalas dendam, itu tidak akan benar,” ujar Gerrard. Pernyataan ini muncul setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 tuduhan pelanggaran keuangan oleh komisi independen Premier League, meskipun City telah mengajukan banding.

Kasus ini turut membangkitkan memori pahit bagi Gerrard, terutama musim 2013-14 ketika Liverpool harus puas finis sebagai runner-up di belakang Manchester City. Kegagalan meraih gelar Premier League pada musim tersebut menjadi salah satu momen paling dikenang dalam karier Gerrard. Ia menegaskan bahwa tuntutannya adalah tentang keadilan, bukan dendam pribadi.

Di sisi lain, Steven Gerrard juga menyoroti performa Florian Wirtz di Liverpool. Gerrard setuju dengan Jamie Carragher bahwa Wirtz sebaiknya ditarik dari starting lineup untuk sementara waktu. Pemain asal Jerman itu didatangkan dengan harga £110 juta dari Bayer Leverkusen pada musim panas 2025, namun belum menunjukkan performa yang konsisten. Dalam 57 penampilan, Wirtz baru mencetak tujuh gol dan 12 assist. Musim ini, ia belum mencetak gol dan hanya mencatat dua assist dalam delapan pertandingan di semua kompetisi.

“Saya tidak menyangkal bahwa dia tampil di bawah performa dan kita seharusnya melihat lebih banyak mengingat harga transfernya. Saya hanya berpikir ada peluang, dan itu pernah terjadi sebelumnya, di mana pemain bisa berbalik keadaan. Saya pikir dia memiliki bakat untuk membalikkan situasi,” kata Gerrard di podcast Stick to Football. Ia menambahkan bahwa kepercayaan diri Wirtz sedang hancur di Liverpool, terlihat dari seringnya kehilangan bola sederhana. Namun, Gerrard melihat Wirtz tampil berbeda saat membela timnas Jerman, yang menurutnya lebih stabil.

Gerrard menyarankan agar Wirtz diberi waktu istirahat dari tim utama untuk membangun kembali mentalnya. “Dia hanya perlu bermain dengan bahu tegak, energi berbeda, mendapatkan bola, berputar di ruang sempit, dan mengeksekusi di sepertiga akhir. Anda melihatnya di Leverkusen, saya tahu levelnya berbeda, tapi Anda menonton pemain yang berbeda,” jelasnya.

Selain itu, Steven Gerrard juga mengomentari ledakan emosi Lisandro Martinez terhadap Manchester United. Gerrard menduga ada motif tersembunyi di balik kritik publik bek Argentina tersebut. Menurutnya, Martinez mungkin tengah menginginkan kontrak baru atau ingin pindah dari Old Trafford. “Saya pikir selalu ada motif. Saya pikir dia berpikir dia telah meminta kontrak baru dan mereka mengatakan tidak, atau mungkin dia sendiri ingin pindah,” ujar Gerrard. Ia juga mempertanyakan mengapa Martinez memilih untuk berbicara di bulan Oktober, ketika jendela transfer Januari masih jauh.

Roy Keane, yang hadir dalam podcast yang sama, setuju bahwa komentar Martinez tidak membantu, tetapi ia memahami bahwa pemain modern sering melampiaskan kekesalan melalui media. “Apa hak kita untuk mengatakan apa yang boleh atau tidak boleh dikatakan seorang pemain? Saya tidak mengatakan itu benar atau salah, tapi itulah yang dilakukan pemain,” kata Keane. Baik Gerrard maupun Keane menilai bahwa masalah seperti itu sebaiknya diselesaikan secara internal.

Dengan berbagai komentarnya, Steven Gerrard sekali lagi menunjukkan bahwa ia tidak hanya peduli pada Liverpool, tetapi juga pada integritas sepak bola secara keseluruhan. Ia berharap Premier League bertindak adil terhadap Manchester City, dan di saat yang sama, ia memberikan dukungan serta saran konstruktif untuk Florian Wirtz agar bisa sukses di Anfield. Sementara itu, kasus Lisandro Martinez menjadi pengingat bahwa di dunia sepak bola modern, komunikasi publik sering kali menjadi pedang bermata dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *