FaktaHari – 16 Oktober 2026 | Laga villarreal vs napoli di Liga Champions berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Napoli. The Yellow Submarine berhasil membalikkan keadaan dan menghajar I Partenopei dengan skor 3-1 di Stadion de la Ceramica, Villarreal, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Napoli yang belum meraih poin dalam dua pertandingan Liga Champions musim ini.
Napoli sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka unggul cepat pada menit kedelapan melalui gol Amir Rrahmani yang memanfaatkan bola liar di kotak penalti Villarreal. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Villarreal menyamakan kedudukan pada menit ke-23 lewat gol Georges Mikautadze setelah memanfaatkan umpan balik buruk dari Matteo Politano. Hanya tiga menit berselang, Santiago Mourino mencetak gol spektakuler setelah menerima umpan dari Gerard Moreno, membawa Villarreal berbalik unggul 2-1. Pada babak kedua, Tani Oluwaseyi memastikan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah.
Kekalahan ini membuat posisi Napoli terpuruk di klasemen Liga Champions. Mereka turun ke posisi ke-31 tanpa poin, sementara Villarreal naik ke posisi 10 dengan tiga poin. Hasil ini juga memperpanjang rekor buruk Napoli setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Arsenal. Pelatih Massimiliano Allegri sangat kecewa dengan penampilan timnya. Ia menyesalkan gol kedua yang harusnya bisa dihindari. “Sepak bola Liga Champions memang seperti ini; Anda berusaha melakukan yang terbaik, tetapi begitu kedudukan menjadi 1-1, Anda tidak boleh langsung kebobolan gol kedua,” ujar Allegri kepada Sky Sport Italia.
Allegri tidak hanya menyoroti aspek taktik, tetapi juga sikap para pemain senior. Ia merasa para pemain bintang yang seharusnya menjadi pemimpin tidak memberikan kontribusi maksimal. Allegri menyebut nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Scott McTominay, Matteo Politano, Giovanni Di Lorenzo, dan Frank Anguissa. Menurutnya, para pemain ini perlu bangkit dan menunjukkan kualitasnya. Allegri bahkan menyatakan bahwa timnya membutuhkan “bagno di umiltà” atau mandi kerendahan hati setelah serangkaian performa mengecewakan.
Ketegangan juga terjadi antara Allegri dan Kevin De Bruyne. Keduanya terlibat percakapan intens saat jeda babak pertama. Allegri meminta De Bruyne bermain lebih ke belakang dan mendorong McTominay ke posisi lebih ofensif. Namun, perbedaan visi taktik ini memicu ketegangan yang memperkeruh suasana. Hubungan keduanya dikabarkan memanas akibat perbedaan pandangan mengenai peran gelandang asal Belgia tersebut.
Masalah pertahanan menjadi sorotan utama. Napoli tercatat memberikan rata-rata 17,9 tembakan per pertandingan kepada lawan, dengan total 143 tembakan dalam 8 laga. Data ini menempatkan mereka di peringkat 14 Serie A dan jauh di bawah rata-rata tim Eropa lainnya. Allegri menyadari bahwa kelemahan ini harus segera diperbaiki, terutama menghadapi laga krusial melawan Venezia dan Bodo/Glimt. Jika tidak, bukan tidak mungkin krisis pertama tahun ini akan segera terjadi.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi kebangkitan bagi Villarreal. Gol spektakuler Mourino menjadi sorotan, dan kemenangan ini adalah yang pertama bagi Villarreal dalam delapan pertandingan Liga Champions. Pelatih Villarreal, yang tidak disebutkan namanya, tentu puas dengan performa timnya yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu.
Napoli kini harus segera berbenah. Allegri menuntut reaksi cepat dari para pemainnya. Ia juga menyoroti perlunya tambahan pemain di bursa transfer Januari, setidaknya dua atau tiga pemain untuk memperkuat skuad. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah pertandingan melawan Venezia akhir pekan nanti. Allegri berharap timnya bisa meraih kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Kekalahan villarreal vs napoli ini menjadi pelajaran berharga bagi Napoli. Mereka harus segera memperbaiki pertahanan yang kerap bocor dan meningkatkan konsistensi. Allegri menegaskan bahwa timnya tidak bisa terus-menerus tampil inkonsisten. “Ci arriveremo,” ujarnya yakin. Namun, ia berharap perjalanan menuju kesuksesan tidak memakan waktu terlalu lama.
Dengan situasi yang memanas, laga villarreal vs napoli akan dikenang sebagai titik terendah Napoli musim ini. Allegri dan para pemainnya harus bekerja keras untuk bangkit. Jika tidak, musim ini bisa berakhir tanpa gelar dan kekecewaan mendalam bagi para tifosi.
Kesimpulannya, kekalahan 1-3 dari Villarreal tidak hanya membuat Napoli terpuruk di Liga Champions, tetapi juga memicu ketegangan internal. Allegri menuntut perubahan sikap dan taktik dari para pemainnya. Hubungan dengan De Bruyne yang memanas menjadi alarm bahwa ada masalah komunikasi dan visi dalam tim. Napoli harus segera mengatasi ini sebelum krisis meluas. Pertandingan melawan Venezia akan menjadi ujian apakah mereka mampu bangkit atau justru semakin terpuruk.
