FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Laga sengit tersaji di Stadio Olimpico Grande Torino pada pekan keenam Serie A 2026/2027. Torino berhasil meraih kemenangan krusial atas Udinese dengan skor 2-1. Pertandingan yang berlangsung Senin malam ini menjadi momentum kebangkitan Il Toro setelah sebelumnya kesulitan meraih poin penuh di kandang sendiri. Kemenangan ini sekaligus menjawab keraguan publik tentang performa tim asuhan Ignazio Abate.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah langsung tampil agresif. Torino vs Udinese sejak awal memperlihatkan intensitas tinggi, dengan tuan rumah mendominasi penguasaan bola. Peluang pertama datang dari Ché Adams yang tembakannya masih membentur tiang gawang. Namun, ketekunan Torino akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Daniel Bragança berhasil memanfaatkan situasi sepak pojok untuk membuka keunggulan. Gol ini menjadi pelepas dahaga bagi pendukung tuan rumah yang sudah lama menanti kemenangan di depan mata.
Namun, Udinese tidak tinggal diam. Tim tamu berhasil menyamakan kedudukan hanya tujuh menit berselang. Jurgen Ekkelenkamp mencetak gol penyeimbang melalui tembakan kaki kiri yang sempat diperiksa oleh Video Assistant Referee (VAR). Gol tersebut akhirnya disahkan, membuat skor menjadi 1-1 saat turun minum. Babak pertama berjalan cukup seimbang, meski tuan rumah lebih sering mengancam.
Memasuki babak kedua, Torino meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Ignazio Abate melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Strategi ini terbukti jitu. Pada menit ke-67, Sandro Kulenovic menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak gol penentu. Gol tersebut berawal dari skema serangan cepat yang diakhiri dengan penyelesaian klinis Kulenovic. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Torino untuk memperbaiki posisi di klasemen. Saat ini Torino naik ke peringkat 12 dengan koleksi 7 poin, unggul tiga angka dari Udinese yang terpuruk di papan bawah bersama Monza, Genoa, Parma, dan Fiorentina. Sementara itu, Inter dan Lazio masih memimpin klasemen dengan 16 poin.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Udinese. Tim besutan pelatih Runjaic kini telah menelan empat kekalahan beruntun. Masalah utama yang dihadapi adalah rentannya pertahanan dan minimnya kreativitas di lini tengah. Selain itu, cedera pemain kunci seperti Nikolas Veratschnig juga ikut mempengaruhi performa tim. Laga kontra Lecce pada akhir pekan nanti akan menjadi ujian berat bagi Udinese untuk segera bangkit.
Pertandingan Torino vs Udinese ini juga menjadi sorotan karena memperlihatkan kebangkitan lini depan Torino. Sandro Kulenovic yang sebelumnya kurang moncer, kini berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Sementara itu, Udinese harus segera berbenah jika tidak ingin terjerumus ke zona degradasi. Dengan persaingan yang semakin ketat di Serie A, setiap poin sangat berharga.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren buruk Torino yang sebelumnya selalu kesulitan mencetak gol di kandang. Dukungan penuh dari suporter di Stadio Olimpico Grande Torino menjadi energi tambahan bagi para pemain. Kini, Torino akan bersiap menghadapi laga selanjutnya dengan modal kepercayaan diri yang meningkat.
Secara keseluruhan, laga Torino vs Udinese berjalan menarik dan penuh drama. Kedua tim menampilkan permainan terbuka dengan saling jual beli serangan. Namun, ketajaman lini depan Torino menjadi pembeda. Bagi Udinese, hasil ini menjadi alarm untuk segera melakukan evaluasi total. Sementara bagi Torino, kemenangan ini menjadi langkah awal untuk merangkak naik ke papan atas klasemen Serie A musim ini.











