Ancaman Perang di Saudi, Tijjani Reijnders dan Rekan Senegap Tetap Bertahan

Ancaman Perang di Saudi, Tijjani Reijnders dan Rekan Senegap Tetap Bertahan
Ancaman Perang di Saudi, Tijjani Reijnders dan Rekan Senegap Tetap Bertahan

FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Tensi geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah turut berdampak pada dunia sepak bola Saudi Arabia. Kabar terbaru menyebutkan bahwa para pemain Belanda yang berlaga di Saudi Pro League, termasuk Tijjani Reijnders, Georginio Wijnaldum, Crysencio Summerville, dan Steven Bergwijn, hingga saat ini belum memiliki rencana untuk meninggalkan negara tersebut meskipun situasi keamanan semakin genting.

Menurut informasi yang dihimpun, Tijjani Reijnders yang memperkuat Al-Qadsiah bersama rekan-rekannya tetap menjalani rutinitas latihan seperti biasa. Wijnaldum bahkan sempat tampil dalam pertandingan terakhir dan hadir di sesi latihan keesokan harinya. Meskipun beberapa pemain asal Spanyol telah memilih hengkang, para pemain Belanda tersebut memilih untuk bersabar sembari terus memantau perkembangan situasi.

Vader Tijjani Reijnders, dalam pernyataannya kepada media, mengungkapkan keyakinannya bahwa putranya masih memiliki jalur evakuasi yang memadai jika diperlukan. “Dengan mobil, kami bisa mencapai negara tetangga tanpa masalah besar. Keluarga lainnya saat ini berada di Belanda,” ujarnya. Sementara itu, agen dari Wijnaldum, Humphrey Nijman, mengonfirmasi bahwa ia terus berkomunikasi secara intensif dengan kliennya dan belum ada keputusan untuk hengkang.

Ketegangan di Saudi Arabia semakin nyata setelah serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Akibatnya, Saudi Pro League terpaksa menunda sejumlah pertandingan karena keterbatasan transportasi udara dan ancaman keamanan. Klub-klub kini lebih mengandalkan perjalanan darat untuk mobilitas antar kota.

Di tengah situasi mencekam ini, Tijjani Reijnders justru menunjukkan performa gemilang di kompetisi Asia. Dalam laga AFC Champions League Elite 2026/2027 melawan Pakhtakor Tashkent, ia berhasil mencetak gol pembuka bagi Al-Qadsiah pada menit ke-35. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik dengan Christopher Bonsu Baah. Sayangnya, Al-Qadsiah harus puas imbang 1-1 setelah tuan rumah mendapat penalti di menit akhir.

Bagi Reijnders, gol ini spesial karena menjadi yang pertama baginya di kompetisi antarklub Asia. Sebelumnya, ia telah tiga kali menjebol gawang lawan di Liga Champions Eropa saat masih berseragam AC Milan. Total, ia telah mengoleksi lima gol dari delapan penampilan bersama Al-Qadsiah di semua ajang, menandakan adaptasinya yang cepat di klub baru.

Meskipun kompetisi domestik dan internasional masih berlangsung, prioritas utama saat ini adalah keselamatan para pemain dan staf. Pihak klub dan federasi sepak bola Saudi terus memantau situasi dan siap mengambil langkah evakuasi jika keadaan memburuk. Para pemain Belanda, termasuk Tijjani Reijnders, memilih untuk tetap profesional dan fokus pada pertandingan sambil menunggu arahan lebih lanjut.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, ketenangan dan solidaritas antar pemain menjadi kunci. Keputusan untuk bertahan atau pergi tentu tidak mudah, namun hingga saat ini, tak satu pun dari pemain Belanda yang mengambil langkah drastis. Mereka percaya bahwa dengan koordinasi yang baik antara klub, agen, dan pemerintah, keselamatan mereka dapat terjamin.

Perjalanan karier Tijjani Reijnders di Arab Saudi memang baru dimulai, namun ia sudah menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang serbabisa. Di tengah hiruk-pikuk politik, ia tetap mampu berkonsentrasi dan memberikan kontribusi maksimal untuk timnya. Semoga situasi segera kondusif sehingga kompetisi dapat berjalan normal kembali dan para pemain dapat berlaga dengan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *