FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Levante vs Sevilla di Ciutat de València pada Senin lalu tidak hanya menyajikan drama enam gol yang berakhir imbang 3-3, tetapi juga diwarnai insiden kekerasan di luar dan di dalam stadion. Kepolisian Nasional Spanyol menangkap empat orang pendukung Sevilla yang diduga terlibat dalam perkelahian massal dengan kelompok ultras Levante beberapa jam sebelum laga dimulai. Insiden ini menambah catatan kelam rivalitas antara kedua suporter.
Menurut laporan polisi, perkelahian terjadi sekitar pukul 12.30 siang di sekitar stadion. Sekitar 50 pendukung dari masing-masing kubu terlibat bentrokan dengan menggunakan kayu, botol, dan benda tumpul lainnya. Akibatnya, sebuah toko di dekat lokasi juga mengalami kerusakan. Keempat tersangka yang ditangkap berusia antara 35 hingga 45 tahun dan dua di antaranya memiliki catatan kriminal serupa sebelumnya. Mereka ditahan di dalam stadion saat pertandingan Levante vs Sevilla sedang berlangsung, dan kemudian dibebaskan sementara setelah diperiksa, namun kasus tetap berlanjut di pengadilan Valencia.
Tak hanya di luar lapangan, kekerasan juga terjadi di dalam stadion. Wasit pertandingan, Adrián Cordero Vega, melaporkan dalam berita acara bahwa pada menit ke-95, saat Isaac Romero mencetak gol ketiga Sevilla, sejumlah penonton tuan rumah melemparkan botol plastik, gelas, dan benda lain ke arah pemain yang merayakan gol. Meskipun tidak ada yang terkena langsung, tindakan tersebut memicu penerapan protokol keamanan tahap pertama. Wasit menyebut aksi itu sebagai bentuk provokasi dari tribun.
Pelatih Sevilla, Luís García, mengaku terkena lemparan botol di akhir pertandingan dan mendesak agar pelaku diidentifikasi. Sementara itu, Isaac Romero menjadi sorotan setelah ia mendapat kartu kuning kedua karena dianggap memprovokasi suporter tuan rumah dengan gestur ‘diam’. Meski demikian, rekan setimnya, Lucien Agoumé, membela Romero dengan mengatakan bahwa ia tidak melakukan kesalahan.
Insiden kekerasan dalam laga Levante vs Sevilla ini menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola di Spanyol masih menyimpan potensi konflik yang serius. Pihak berwenang terus menyelidiki lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku lain yang terlibat dalam kerusuhan.
Pertandingan Levante vs Sevilla seharusnya menjadi ajang adu strategi dan skill, namun sayangnya ternoda oleh tindakan anarkis segelintir oknum. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk terus menjaga sportivitas dan keamanan dalam setiap pertandingan.











