FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Torino, kota yang dikenal sebagai pusat industri dan budaya di Italia utara, kembali menjadi sorotan dunia. Pada November 2026, kota ini akan menjadi tuan rumah Nitto ATP Finals, turnamen puncak tenis profesional pria yang mempertemukan delapan pemain tunggal dan delapan pasangan ganda terbaik dunia. Ajang yang berlangsung di Inalpi Arena (sebelumnya Palaolimpico) pada 15-22 November 2026 ini dipastikan akan menyedot perhatian pecinta tenis global. Namun, di balik gemerlap turnamen, Torino juga tengah bergulat dengan berbagai dinamika, mulai dari proyek properti ambisius hingga kontroversi yang dilontarkan salah satu bintang tenis.
Nitto ATP Finals 2026 di Torino akan menjadi edisi keenam penyelenggaraan turnamen di kota ini sejak 2021. Meskipun Jannik Sinner, idola lokal dan juara bertahan, dipastikan absen karena cedera, kehadiran nama-nama besar seperti Carlos Alcaraz dan Alexander Zverev dijamin akan memanaskan persaingan. Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan langsung aksi para petenis top, tiket masih tersedia untuk 15 sesi pertandingan yang mencakup babak grup hingga final. Harga tiket bervariasi tergantung sesi dan kelas tempat duduk, dengan jadwal pertandingan dimulai pukul 11.30 untuk sesi siang dan 18.00 untuk sesi malam. Inalpi Arena, dengan kapasitas hingga 16.000 penonton, akan menjadi saksi bisu perebutan gelar juara akhir tahun.
Sementara persiapan turnamen berjalan, dunia properti Torino juga mencatat pencapaian baru. Finint Investments, bagian dari Grup Banca Finint, baru saja meresmikan Palazzo Contemporaneo di kawasan Crocetta, salah satu distrik paling prestisius di Torino. Proyek senilai sekitar 50 juta euro ini mengubah bekas Pusat Konvensi Regional Piedmont menjadi kompleks residensial modern dengan 101 apartemen. Selain unit hunian, gedung seluas 12.000 meter persegi ini juga menyediakan ruang coworking, area serbaguna, dan ruang hijau. Investasi Finint di Torino mencapai total 200 juta euro, termasuk proyek transformasi bekas kantor Kejaksaan Negeri di Via Milano menjadi hotel butik bintang empat, serta revitalisasi kawasan industri Spina 3. Di kawasan Falchera, Banca Finint turut mendanai proyek perumahan sosial sebesar 10 juta euro. Proyek-proyek ini menandai komitmen kuat investor terhadap pengembangan urban Torino, menjadikannya kota yang semakin menarik bagi investasi dan pariwisata.
Namun, tidak semua berita dari Torino bernada positif. Petenis Rusia, Daniil Medvedev, baru-baru ini melontarkan pernyataan kontroversial mengenai ATP Finals di Torino. Usai mengalahkan Stefanos Tsitsipas di Shanghai Masters, Medvedev mengatakan bahwa jika gagal lolos ke Torino, ia tidak akan terlalu kecewa. “Jika saya berhasil, bagus. Jika tidak, Maladewa bukanlah alternatif yang buruk,” ujarnya. Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan, terutama di kalangan penggemar tenis Italia yang sangat antusias menanti turnamen di kota mereka. Medvedev, yang merupakan mantan nomor satu dunia, saat ini masih berjuang mengumpulkan poin untuk memastikan tiket ke Torino. Sikapnya yang santai—atau mungkin sinis—terhadap turnamen bergengsi ini menimbulkan spekulasi tentang motivasinya dan daya tarik kota Torino sebagai tuan rumah.
Di sisi lain, Torino juga menghadapi tantangan logistik dan sosial. Pemerintah kota dan panitia penyelenggara terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran acara, termasuk pengaturan lalu lintas dan keamanan. Sementara itu, Polisi Penjara (Polizia Penitenziaria) dijadwalkan menggelar upacara penutupan di Piazza pada 2027, namun lokasi tersebut dipindahkan ke Pianezza karena alasan tertentu. Meskipun detailnya masih simpang siur, langkah ini dianggap sebagai sinyal perhatian pemerintah terhadap kebutuhan personel keamanan. Di tengah hiruk-pikuk persiapan, warga Torino juga diingatkan untuk mengatur jadwal pemanas ruangan karena adanya penundaan jadwal penyalaan sistem pemanas sentral akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kesimpulannya, Torino pada tahun 2026 menjadi panggung bagi berbagai peristiwa besar: dari puncak kejayaan tenis dunia di Nitto ATP Finals hingga geliat investasi properti yang mengubah wajah kota. Kontroversi dari mulut Medvedev menambah bumbu jelang turnamen, sementara proyek-proyek ambisius seperti Palazzo Contemporaneo menunjukkan bahwa Torino tidak hanya berhenti sebagai kota industri, tetapi juga menjelma menjadi destinasi modern yang dinamis. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Torino tetap menjadi pusat perhatian yang layak dinantikan.











