FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Anfield, Liverpool — Pertandingan sengit antara Liverpool dan Manchester City pada lanjutan Liga Inggris 2026/27 menyisakan cerita menarik, terutama tentang penampilan gemilang pemain muda, Lewis Koumas. Meskipun Liverpool harus menelan kekalahan telak 3-0 di hadapan pendukungnya sendiri, sosok Lewis Koumas justru menjadi sorotan utama. Legenda Liverpool, Steven Gerrard, secara khusus memberikan pujian setinggi langit kepada pemain berusia 19 tahun itu setelah debutnya sebagai starter di Premier League.
Dalam laga yang digelar di Stadion Anfield, Minggu (11/10) malam WIB, Liverpool memang tampil tanpa dua pilar lini depannya, Alexander Isak dan Cody Gakpo, yang cedera. Manajer Andoni Iraola pun memberikan kepercayaan kepada Lewis Koumas untuk mengisi posisi sayap kiri. Keputusan itu ternyata menjadi langkah berani yang membuahkan hasil positif, setidaknya dari segi performa individu.
Pada babak pertama, pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Liverpool justru mendapatkan peluang emas lebih dulu. Pada menit ke-47, Lewis Koumas melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan terobosan, namun kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Momen itu menjadi titik terang bagi permainan tuan rumah.
Namun, nasib buruk menimpa Liverpool pada menit ke-62 ketika Ryan Gravenberch mendapat kartu merah langsung. Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Manchester City. Erling Haaland membuka keunggulan pada menit ke-65, disusul gol Jeremy Doku (68′) dan Rayan Cherki (78′) yang memastikan kemenangan 3-0 untuk tim tamu. Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di peringkat kesembilan klasemen, sementara City naik ke puncak.
Meski hasil akhir tidak memuaskan, penampilan Lewis Koumas selama 75 menit sebelum digantikan Rio Ngumoha mendapat apresiasi luas. Steven Gerrard, yang juga jebolan akademi Liverpool, mengaku sangat bangga. “Saya sangat senang untuknya. Saya juga jebolan akademi. Itulah akar saya. Saya senang melihat pemain muda mendapat kesempatan dan memanfaatkannya. Kemarin, dia langsung dihadapkan pada tantangan berat melawan Man City di kandang. Sungguh laga yang luar biasa untuk pertama kalinya menjadi starter di Liga Primer Inggris,” ujar Gerrard seperti dikutip dari Wales Online.
Gerrard, yang pernah bermain bersama ayah Lewis Koumas, Jason Koumas, di akademi Liverpool, menilai sang pemain memiliki mentalitas yang tepat. “Permainannya terkadang sedikit kurang rapi, jadi masih banyak yang harus diperbaiki, tetapi potensinya besar. Namun, dalam hal bekerja keras, siap menghadapi tantangan, berjuang untuk tim, mewakili para suporter dan akademi, dia tidak terlihat seperti pemain akademi di lapangan. Dia bermain seperti pemain dewasa,” tambah Gerrard. Legenda Liverpool itu pun memprediksi bahwa Lewis Koumas bisa menjadi bagian penting dari tim utama ke depan jika terus dikembangkan dengan baik.
Di sisi lain, kekalahan ini memperlihatkan betapa pincangnya lini depan Liverpool tanpa Isak dan Gakpo. Namun, manajer Andoni Iraola enggan mengeluh dan memilih fokus pada potensi pemain muda. “Sebelum ini kami bahkan sudah kehilangan Hugo Ekitike, striker yang juga sangat bagus. Tapi saya percaya pada skuad yang ada,” ujar Iraola di situs resmi klub. Kehadiran Lewis Koumas dianggap sebagai angin segar di tengah krisis cedera yang melanda The Reds.
Secara keseluruhan, meskipun Liverpool harus mengakui keunggulan Manchester City, penampilan Lewis Koumas menjadi satu-satunya titik terang yang patut diapresiasi. Dengan dukungan dari legenda seperti Steven Gerrard, masa depan pemain muda ini di Anfield tampak cerah. Ia tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga keberanian dan mentalitas juara yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.











