Drama Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Warnai Laga Sengit Union Saint-Gilloise vs OH Leuven

Drama Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Warnai Laga Sengit Union Saint-Gilloise vs OH Leuven
Drama Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Warnai Laga Sengit Union Saint-Gilloise vs OH Leuven

FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Laga pekan kedelapan Jupiler Pro League antara Royale Union Saint-Gilloise dan OH Leuven berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Joseph Marien, Minggu (12/10/2026). Pertandingan union saint-gilloise vs oh leuven ini menyajikan drama yang lengkap: gol cepat tim tamu, gol bunuh diri yang aneh, hingga kartu merah langsung di menit-menit akhir.

Sejak awal, OH Leuven tampil lebih agresif. Mereka berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-16 melalui aksi Davis Opoku yang memanfaatkan umpan silang rendah dari Wouter George. Gol tersebut membuat tuan rumah tertekan dan kesulitan mengembangkan permainan. Pelatih Union, David Hubert, mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar pada babak pertama. “Kami kesulitan menemukan ritme, dan OH Leuven layak memimpin,” ujar Hubert seusai pertandingan.

Memasuki babak kedua, Union meningkatkan intensitas serangan. Namun, gol penyama kedudukan justru datang secara tidak sengaja pada menit ke-66. Umpan silang Guilherme dari sisi kanan mengenai kepala Opoku dan masuk ke gawang sendiri—sebuah gol bunuh diri yang aneh dan tak terduga. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Drama belum berakhir. Pada injury time, bek Union, Louis Patris, melakukan tekel keras dengan kaki terbuka terhadap pemain OH Leuven, Gil. Wasit Nathan Verboomen yang berada dekat dengan lokasi kejadian langsung mengeluarkan kartu merah tanpa perlu meninjau VAR. Keputusan ini memicu perdebatan, namun kepala wasit Belgia, Jonathan Lardot, membela keputusan tersebut. “Cara Patris masuk dalam duel—dengan kaki ke depan dan intensitas tinggi—sudah cukup untuk kartu merah. Kami tidak perlu menunggu kontak keras,” jelas Lardot dalam program Under Review di DAZN.

Pertandingan union saint-gilloise vs oh leuven ini juga menjadi panggung bagi pemain Afrika Selatan, Relebohile Mofokeng, yang bermain selama 56 menit sebelum ditarik keluar. Penampilannya dinilai kurang efektif oleh Hubert, yang mengakui bahwa timnya perlu segera bangkit. “Kami kehilangan momentum setelah jeda internasional. Ini harus menjadi pelajaran,” tambah Hubert.

Di sisi lain, OH Leuven bisa sedikit tersenyum meski hanya membawa pulang satu poin. Mereka baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak penyerang muda Guinea, Abdoul Karim Traoré, hingga 2029. Traoré, yang bergabung dari Bourg-en-Bresse pada musim panas 2025, telah mencatatkan 33 penampilan dengan 3 gol dan 2 assist. “Saya sangat senang bisa memperpanjang kontrak. Kepercayaan klub ini sangat berarti bagi saya,” kata Traoré dalam pernyataan resmi klub.

Pertandingan union saint-gilloise vs oh leuven juga menarik perhatian karena banyaknya kartu merah di pekan tersebut. Lardot mencatat bahwa setelah jeda internasional, pemain cenderung bermain lebih intens sehingga risiko pelanggaran keras meningkat. “Ini tren yang terlihat di seluruh Eropa, bukan hanya di Belgia,” tegasnya.

Secara keseluruhan, hasil imbang ini membuat Union gagal memanfaatkan momentum setelah sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun. Sementara OH Leuven masih tertahan di papan tengah klasemen, namun dengan perpanjangan kontrak Traoré, mereka menunjukkan komitmen jangka panjang untuk membangun tim yang lebih kompetitif.

Dengan segala drama yang terjadi—gol cepat, gol bunuh diri, kartu merah, dan perpanjangan kontrak—laga union saint-gilloise vs oh leuven menjadi salah satu pertandingan paling menarik di pekan ini. Kedua tim sama-sama memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan konsistensi jika ingin bersaing di papan atas.

Exit mobile version