FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Liverpool dan Manchester City di Stadion Anfield pada Minggu (11/10/2026) berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk tim tamu. Namun, sorotan utama tertuju pada keputusan pelatih Enzo Maresca yang menarik keluar Iliman Ndiaye pada menit ke-56, digantikan oleh Jeremy Doku. Langkah ini terbukti menjadi titik balik yang mengubah jalannya laga.
Iliman Ndiaye yang menjadi starter sebagai gelandang sayap kiri tidak mampu memberikan dampak signifikan di babak pertama. Meski demikian, kehadirannya di lapangan sempat merepotkan pertahanan Liverpool. Namun, Maresca memilih untuk memasukkan Doku yang memiliki kecepatan dan kemampuan dribel lebih eksplosif. Keputusan ini membuahkan hasil luar biasa.
Hanya enam menit setelah masuk, Doku memicu kartu merah Ryan Gravenberch setelah pelanggaran keras. Unggul jumlah pemain, Manchester City langsung mendominasi. Gol pembuka Erling Haaland pada menit ke-65 berawal dari tembakan Doku yang diblok, lalu disambar Haaland. Doku kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-68 melalui tendangan melengkung indah, dan turut andil dalam gol ketiga Rayan Cherki pada menit ke-78.
Performa gemilang Doku ini menjadi bukti kedalaman skuad Manchester City. Namun, peran Iliman Ndiaye sebagai pemain awal tidak bisa diabaikan. Ia telah memberikan kontribusi penting sepanjang musim, termasuk dalam kemenangan di Piala FA. Statistik menunjukkan bahwa Iliman Ndiaye telah mencatatkan assist dan gol krusial dalam beberapa laga sebelumnya, menjadikannya aset berharga bagi The Citizens.
Kemenangan ini membawa Manchester City ke puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan 18 poin, menggeser Arsenal. Sementara itu, Liverpool tertahan di peringkat kesembilan dengan sembilan poin. Bagi para penggemar, keputusan mengganti Iliman Ndiaye mungkin terlihat berisiko, tetapi hasilnya membuktikan bahwa strategi Maresca tepat sasaran.
Kesimpulannya, pergantian yang melibatkan Iliman Ndiaye dan Jeremy Doku menjadi momen kunci dalam laga ini. Kedalaman skuad Manchester City yang luar biasa memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif meskipun harus mengganti pemain kunci di tengah pertandingan. Doku membuktikan dirinya sebagai supersub, sementara Ndiaye tetap menjadi bagian integral dari rencana jangka panjang tim.











