FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Banjarmasin – Laga barito putera vs persiba balikpapan pada pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 Grup Timur di Stadion 17 Mei, Sabtu (10/10/2026) malam, berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah. Namun, di balik tiga poin yang diraih, pertandingan ini menyisakan sejumlah catatan evaluasi dan dinamika yang tak kalah menarik di luar lapangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Barito Putera langsung mengambil inisiatif serangan. Gempuran dari kedua sisi sayap terus dilancarkan, namun rapatnya lini pertahanan Persiba yang menurunkan lima pemain belakang membuat Laskar Antasari kesulitan menembus pertahanan Beruang Madu. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi kiper Persiba tampil gemilang menggagalkan setiap ancaman. Di sisi lain, Persiba beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Pada masa tambahan waktu babak pertama, mereka nyaris unggul saat umpan Takumu Nishihara kepada Jay Amru berhasil membentur tiang gawang.
Memasuki babak kedua, Barito Putera melakukan rotasi pemain untuk memecah kebuntuan. Strategi ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-84. Berawal dari tendangan bebas Rizky Pora, sundulan Renan Alves membentur tiang gawang, dan bola liar langsung disambar oleh Murilo Mendes untuk membawa Barito unggul 1-0. Enam menit kemudian, giliran Renan yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan sepak pojok Rizky Pora, sundulan Bayu Pradana sempat ditepis kiper Persiba, namun bola muntah langsung disambar Renan untuk menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.
Meski meraih kemenangan, pelatih caretaker Barito Putera, Frans Sinatra Huwae, mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. “Memang mereka bermain bertahan dan melakukan counter yang berbahaya. Dan tercatat ada dua kali tadi, dan ini sudah menjadi catatan kami untuk laga selanjutnya dan akan cepat kita perbaiki,” ujarnya. Konsentrasi bertahan dan penyelesaian akhir menjadi sorotan utama, mengingat dua gol baru tercipta di penghujung laga.
Murilo Mendes, yang terpilih sebagai Player of the Match, mendedikasikan kemenangan ini untuk seluruh tim dan suporter. “Saya senang hari ini punya kesempatan untuk mencetak gol. Ini hanya simbol. Semua berkat kerja keras seluruh pemain. Suporter adalah pemain ke-12 kami,” ungkapnya. Pemain asal Brasil itu juga mengakui bahwa laga barito putera vs persiba balikpapan sangat sulit karena lawan bermain bertahan total.
Namun, euforia kemenangan sedikit terusik oleh aksi suporter usai pertandingan. Sekelompok suporter menyuarakan aspirasi di lapangan, meminta agar Direktur Teknik Frans Sinatra Huwae dan Asisten Pelatih Isnan Ali dikeluarkan dari tim. Menanggapi hal ini, manajemen PS Barito Putera yang dipimpin langsung oleh owner Hasnuryadi Sulaiman menggelar pertemuan dengan perwakilan Barito Mania di Media Center Stadion 17 Mei. Manajemen membuka ruang dialog untuk mendengarkan kritik dan harapan suporter. “Respons tersebut merupakan wujud semangat, kepedulian, dan kecintaan terhadap kemajuan tim,” demikian pernyataan resmi manajemen. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen klub untuk terus menjalin komunikasi dengan suporter, yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Barito Putera.
Dengan hasil ini, Barito Putera naik ke posisi kelima klasemen sementara Grup Timur dengan koleksi tujuh poin. Kemenangan di laga barito putera vs persiba balikpapan ini menjadi momentum kebangkitan setelah tiga pertandingan tanpa kemenangan. Namun, pekerjaan rumah masih menanti, baik dari segi taktik di lapangan maupun hubungan dengan suporter di luar lapangan. Pertemuan dengan suporter menjadi sinyal positif bahwa manajemen tidak menutup mata terhadap aspirasi yang berkembang. Kini, semua pihak berharap sinergi antara tim, manajemen, dan suporter dapat terus terjaga untuk membawa Laskar Antasari meraih prestasi lebih baik di sisa musim.
