FaktaHari – 14 Oktober 2026 | Laga panas antara Persela vs Deltras dalam pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10), berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Persela yang gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk merebut puncak klasemen Grup B dari Deltras. Sejak awal, tensi pertandingan derbi Jawa Timur ini sangat tinggi, dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Kejutan terjadi pada menit ke-37 ketika pemain Deltras, I Komang Ananta Krisna Putra, harus menerima kartu merah setelah menyikut gelandang Persela, Hambali Tolib. Dengan unggul satu pemain, Persela semakin percaya diri untuk menguasai jalannya pertandingan. Momentum itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-51 saat Hambali dilanggar di kotak penalti. Juninho Cabral yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Deltras dan membawa Persela unggul 1-0.
Namun, keunggulan jumlah pemain justru membuat Persela lengah. Alih-alih terus menekan, tuan rumah justru mulai bermain lebih santai. Pelatih Persela, Bima Sakti, mengakui bahwa timnya kehilangan fokus setelah mencetak gol. “Setelah gol penalti kami agak kendor. Main di kandang dan lawan kekurangan pemain, otomatis kami harusnya lebih menekan,” ujarnya seusai pertandingan.
Kelonggaran itu dimanfaatkan dengan baik oleh Deltras yang tetap disiplin menjalankan strategi serangan balik. Pada menit ke-88, tiga menit menjelang waktu normal berakhir, Achmad Dwi Firmansyah melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Persela, Rafli Mahreza. Gol tersebut memastikan skor imbang 1-1 dan menggagalkan ambisi Persela untuk mengkudeta Deltras dari puncak klasemen.
Pelatih Deltras, Leonard Tupamahu, mengaku bersyukur dengan hasil ini. “Ini hasil pertandingan yang sangat penting bagi kami. Pemain tetap tenang dan menjalankan strategi yang sudah kami rencanakan,” katanya. Ia menilai bahwa bermain dengan 10 pemain justru memotivasi anak asuhnya untuk bekerja lebih keras.
Hasil imbang ini membuat Persela tetap bertahan di peringkat kedua klasemen Grup B dengan koleksi 13 poin, sementara Deltras masih kokoh di puncak dengan 14 poin. Bima Sakti meminta maaf kepada para suporter karena gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. “Tentu kecewa dan minta maaf kepada fans Persela. Ini hasil yang tidak kami inginkan, tetapi inilah sepak bola. Ini bukan akhir dari segalanya, kompetisi masih panjang dan kami harus bangkit di pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Laga Persela vs Deltras kali ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, keunggulan jumlah pemain tidak selalu menjamin kemenangan. Konsentrasi dan disiplin taktik tetap menjadi kunci utama. Deltras menunjukkan mentalitas juara dengan mampu mencuri poin krusial di kandang lawan meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Sementara itu, Persela harus segera melakukan evaluasi, terutama dalam memanfaatkan peluang emas dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir berbunyi.











