FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas. Marc Márquez, pembalap Ducati Lenovo, kini hanya terpaut dua poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martín. Dengan lima seri tersisa, setiap balapan menjadi krusial dan kedua pembalap saling beradu strategi dan kecepatan di lintasan.
Marc Márquez menunjukkan performa gemilang di seri terakhir di Mandalika, Indonesia, meskipun harus puas finis keenam pada balapan utama. Pada sprint hari Sabtu, ia berhasil memenangkan balapan dan sempat memimpin klasemen sementara. Namun, dominasi Aprilia pada balapan Minggu membuat Martín kembali memimpin dengan keunggulan tipis. Meskipun demikian, Marc Márquez optimistis dengan peluangnya. “Evidentemente el que está más cerca es Martín, pero lo bonito es que estoy luchando el campeonato contra dos Aprilia que tienen unos puntos fuertes y unos puntos débiles, y nosotros intentaremos centrarnos en lo nuestro,” ujar Marc Márquez dalam wawancara dengan Motosan.
Jorge Martín, yang akan pindah ke Yamaha musim depan, mengakui bahwa persaingan dengan Marc Márquez justru memotivasinya. “Creo firmemente que Marc es quien me hace mejor, porque para poder ganarle tengo que sacar lo mejor de mí. Y bueno, espero poder seguir peleando con él muchos años más,” kata Martín kepada Marca. Keduanya saling menghormati dan mengakui bahwa duel ini membuat mereka tampil lebih baik.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi (Aprilia) masih menjadi ancaman serius meskipun tertinggal 44 poin dari Marc Márquez. Marc Márquez sendiri mengingatkan bahwa Bezzecchi akan tampil cepat di semua sirkuit, seperti yang ia tunjukkan musim lalu. “Bezzecchi irá rápido en todos los circuitos, como mostró el año pasado,” tambah Marc Márquez.
Menjelang seri Australia di Phillip Island, Marc Márquez memiliki target jelas: mengungguli Jorge Martín setidaknya tiga poin untuk merebut kembali pimpinan klasemen. Dengan 37 poin maksimal yang tersedia (12 poin sprint + 25 poin balapan utama), berbagai skenario bisa terjadi. Jika Marc Márquez memenangkan kedua balapan, ia akan memimpin kecuali Martín finis kedua di kedua balapan yang memberinya 29 poin. Namun, Marc Márquez tidak perlu menang di setiap balapan; kombinasi hasil apa pun yang memberinya keunggulan tiga poin atas Martín sudah cukup.
Di luar lintasan, Marc Márquez juga menjadi sorotan karena gaya hidupnya yang realistis. Dalam wawancara dengan podcast Imagin, ia mengungkapkan bahwa rumahnya senilai 10 juta euro di Pozuelo de Alarcón, Madrid, sudah lunas. Ia menyebut properti itu sebagai investasi dan menegaskan bahwa kesuksesannya tidak datang dengan mudah. “Ya está pagada, he tenido suerte. No me ha venido nada fácil, la gente piensa que sí,” katanya. Marc Márquez juga mengakui bahwa 50% pendapatannya diserahkan kepada pajak dan 10-20% untuk manajernya.
Dengan lima seri tersisa, persaingan MotoGP 2026 diprediksi akan berlangsung sengit hingga garis finis. Marc Márquez, Jorge Martín, dan Marco Bezzecchi sama-sama memiliki peluang untuk menjadi juara. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Hanya waktu yang akan menjawab.











