FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Club América, klub sepak bola paling sukses di Meksiko, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-110 pada 12 Oktober 2026. Di balik gemerlap prestasi dan popularitasnya, sejarah panjang club América menyimpan kisah transformasi yang jarang diketahui publik. Mulai dari perubahan nama, logo, hingga seragam, perjalanan El Más Grande penuh dengan dinamika yang membentuk identitasnya saat ini.
Didirikan pada 12 Oktober 1916 dari penggabungan dua tim sekolah, Récord dan Colón, club América awalnya menggunakan nama tersebut untuk menghormati Hari Columbus (Día de la Raza). Warna krem menjadi ciri khas sejak awal. Namun, pada 1918, terjadi perubahan signifikan ketika nama klub diubah menjadi ‘Centro Unión’ untuk mengenang fusi kedua tim pendahulunya. Logo pun berganti dari inisial ‘C.A.’ menjadi tipografi ‘Centro Unión’. Sayangnya, perubahan ini tidak bertahan lama. Pada 1920, manajemen memutuskan untuk kembali ke nama asli, Club América, karena para penggemar setia sudah terlanjur mengidentifikasi diri dengan nama tersebut. Sejak saat itu, club América terus melesat menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Meksiko.
Memasuki era modern, club América di bawah kepemilikan keluarga Azcárraga—pertama Emilio Azcárraga Milmo yang membeli klub pada 1959, lalu dilanjutkan oleh putranya, Emilio Azcárraga Jean—berhasil mengukuhkan diri sebagai raksasa Liga MX. Hingga 2026, klub telah mengoleksi 16 gelar liga profesional dan menjadi satu-satunya tim yang meraih tiga gelar berturut-turut di era torneo corto (2023-2025) di bawah asuhan pelatih André Jardine. Kini, dengan pelatih baru Guillermo Almada, ambisi club América semakin besar: menjuarai Concacaf Champions Cup pada 2027 untuk lolos ke Piala Dunia Antarklub FIFA, dan kemudian menjadi juara dunia antarklub.
Namun, perjalanan menuju target tersebut tidaklah mulus. Dalam laga perayaan ulang tahun ke-110 melawan Rayados de Monterrey di Estadio Azteca (yang kini bernama Estadio Banorte), club América hanya mampu bermain imbang 1-1. Pertandingan itu diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit dan juga masalah disiplin pemain. Dua pemain asal Colombia, Cristian Borja dan Miguel Borja, menjadi sorotan. Miguel Borja bahkan mendapat kartu merah dan harus absen di laga berikutnya melawan León. Guillermo Almada dinilai perlu mewaspadai intensitas berlebihan kedua pemain tersebut yang bisa berujung pada sanksi dan merugikan tim di fase krusial menuju Liguilla.
Di luar lapangan, club América juga menghadapi tantangan. Industri sepak bola global tengah bergerak, dan regenerasi pemain menjadi kunci. Namun, dengan basis penggemar yang luar biasa besar dan dukungan finansial yang kuat, prospek club América untuk terus bersaing di level tertinggi tetap cerah. Perayaan 110 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk meraih mimpi terbesar: mengibarkan bendera Meksiko di panggung dunia.
Dari sebuah klub kecil bernama Centro Unión hingga menjadi raksasa dengan 16 gelar liga, perjalanan club América adalah bukti konsistensi dan ambisi. Kini, dengan target juara dunia di depan mata, sejarah baru siap ditulis. Akankah El Más Grande mampu mewujudkannya? Waktu yang akan menjawab.
