FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Persita Tangerang tengah bersiap menghadapi laga berat pekan kelima Super League 2026-2027 melawan Persija Jakarta. Pertandingan yang akan digelar di Banten International Stadium pada Sabtu, 17 Oktober 2026 ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Pendekar Cisadane yang belum terkalahkan di awal musim. Pelatih Carlos Pena menegaskan bahwa timnya harus segera membenahi sejumlah kekurangan agar bisa bersaing dengan tim ibu kota yang masih sempurna.
Dalam empat pertandingan awal, Persita berhasil mengumpulkan delapan poin berkat dua kemenangan dan dua hasil imbang. Catatan ini menempatkan mereka di peringkat kelima klasemen sementara, terpaut empat poin dari Persija di puncak. Namun, performa yang ditunjukkan belum sepenuhnya memuaskan. Tim asuhan Carlos Pena kerap kesulitan menjaga keunggulan dan memaksimalkan peluang, terutama dalam laga tandang.
Dua pertandingan kandang melawan Java United FC dan Garudayaksa FC baru dimenangkan lewat gol di menit-menit akhir. Sementara itu, saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar, Persita gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 1-1 dan 2-2. Carlos Pena mengakui ada pelajaran berharga dari setiap laga tersebut.
“Menurut saya jika kita menganalisa pertandingan-pertandingan tersebut situasinya berbeda-beda. Saat di Yogyakarta, ketika kami bermain imbang setelah sempat unggul atau lebih tepatnya saat itu skornya 1-0 kami memiliki peluang emas untuk mencetak gol kedua. Kami benar-benar punya peluang bagus. Namun pada akhirnya, kami gagal mempertahankan keunggulan tersebut,” ujar Pena.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti hasil imbang melawan PSM Makassar. Ia menilai timnya lebih layak memenangkan pertandingan karena lawan tidak menciptakan banyak ancaman. “Saat melawan PSM, situasinya sangat berbeda karena mereka tidak memiliki peluang emas. Menurut saya, hasil imbang itu tidak adil karena kami layak memenangkan pertandingan tersebut. Kami sempat memiliki waktu dua puluh menit di mana kami bisa saja mengunci kemenangan,” tambahnya.
Persija Jakarta datang dengan modal sempurna. Macan Kemayoran berhasil menyapu bersih empat laga awal, mencetak delapan gol dan hanya kebobolan satu gol. Tim asuhan Shin Tae-yong ini menjadi momok bagi setiap lawan. Meski demikian, Carlos Pena optimistis anak asuhnya bisa memberikan perlawanan sengit.
“Kami akan memulai persiapan melawan Persija. Kami akan terus melakukan perbaikan agar bisa menampilkan permainan terbaik melawan tim kuat,” tegas Pena. Evaluasi utama yang menjadi pekerjaan rumah adalah kemampuan menjaga keunggulan dan memaksimalkan peluang menjadi gol. Jika Persita mampu mengatasi kelemahan ini, bukan tidak mungkin mereka bisa mencuri poin dari tim puncak klasemen.
Kemenangan dramatis atas Garudayaksa FC pada laga terakhir menjadi modal berharga. Gol Aleksa Andrejic di masa injury time membawa Persita meraih tiga poin dan menjaga rekor tak terkalahkan. Namun, euforia itu harus segera dilupakan karena tantangan berat sudah menanti. Laga melawan Persija akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Pendekar Cisadane.
Dengan dukungan penuh dari Laskar Benteng Viola di Banten International Stadium, Persita berharap bisa tampil lebih solid dan disiplin. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Carlos Pena untuk membuktikan bahwa evaluasi yang dilakukan membuahkan hasil. Jika mampu mengatasi kelemahan dalam mempertahankan keunggulan, bukan tidak mungkin Persita bisa meraih hasil positif dan mendekati posisi puncak klasemen.
