FaktaHari – 12 Oktober 2026 | Laga psis vs persiraja pada pekan kelima Championship 2026/2027 menyajikan kejutan besar. Bertanding di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10) malam, Persiraja Banda Aceh sukses menaklukkan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor telak 3-1. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Laskar Rencong musim ini, sekaligus mengakhiri tren negatif empat laga tanpa kemenangan.
Pertandingan psis vs persiraja berlangsung sengit sejak menit awal. Persiraja langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui gol Risky Safri. Gol cepat tersebut menjadi pukulan telak bagi PSIS yang sebelumnya diunggulkan. Pelatih PSIS, Widodo Cahyono Putro, mengaku sudah mewaspadai ancaman dari tim tamu. “Ini yang saya takutkan. Sejak awal saya selalu mengingatkan kepada pemain bahwa Persiraja memang belum pernah menang, tetapi mereka bisa mencetak gol,” ujarnya usai pertandingan.
Keunggulan Persiraja bertambah pada menit ke-40. Martin Chaves Garcia, gelandang asal Uruguay, sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna. Gol tersebut menjadi titik balik penting bagi tim tamu. “Saya sangat senang karena kami bekerja keras untuk hasil ini. Setiap hari kami bekerja dan kami layak mendapatkan tiga poin ini,” ujar Martin Chaves yang kemudian dinobatkan sebagai Player of the Match.
Memasuki babak kedua, PSIS mencoba bangkit. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Hari pada menit ke-57. Namun, semangat tuan rumah pupus setelah Rangga Bolang memastikan kemenangan Persiraja lewat gol ketiga pada menit ke-67. Situasi semakin sulit bagi PSIS setelah salah satu pemainnya, Ahmad Nufiandani, menerima kartu merah menjelang akhir laga. Widodo menyesalkan kartu merah tersebut yang membuat fokus dan konsentrasi timnya buyar.
Kemenangan psis vs persiraja ini menjadi momentum kebangkitan bagi Persiraja. Martin Chaves menegaskan bahwa kekompakan dan kerja keras tim menjadi kunci utama. “Mereka bertarung, bekerja keras, seluruh pemain bermain sebagai sebuah tim. Inilah kuncinya. Untuk saat ini dan seterusnya, kita harus terus bekerja keras seperti ini untuk mendapatkan hasil positif,” katanya. Ia juga berharap semangat tersebut terus terjaga pada laga-laga berikutnya.
Bagi PSIS, kekalahan ini menjadi pukulan berat setelah sebelumnya mereka tampil impresif. Widodo mengingatkan bahwa kompetisi masih panjang dan tim harus segera bangkit. “Kita baru match kelima dari 27 pertandingan. Jadi, nggak ada kata kita terus sedih. Kita harus bangkit. Ini PSIS, nggak ada kata menyerah,” tegasnya. Ia juga menyoroti kebutuhan tim akan penyerang bertipe target man untuk menambah variasi serangan.
Kemenangan psis vs persiraja ini menjadi bukti bahwa sepak bola penuh kejutan. Persiraja yang sebelumnya dianggap underdog mampu merebut tiga poin penting di kandang lawan. Hasil ini sekaligus menjadi pelecut semangat bagi Laskar Rencong untuk terus berprestasi di Championship 2026/2027.











