FaktaHari – 12 Oktober 2026 | Pertandingan pekan ke-9 J1 League mempertemukan Sanfrecce Hiroshima melawan Tokyo Verdy di Stadion Edion Hiroshima. Laga yang berlangsung pada 11 Oktober 2026 itu berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah dengan skor 2-0. Kemenangan ini membawa Hiroshima naik ke peringkat kedua klasemen sementara J1 dengan koleksi 20 poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak klasemen Kashiwa Reysol.
Kejutan terbesar dalam pertandingan ini adalah penampilan perdana mantan pemain tim nasional Jepang, Takuma Asano, yang kembali memperkuat Hiroshima setelah 10 tahun. Asano, yang bergabung pada Juni lalu, harus menepi cukup lama akibat cedera otot betis kiri yang dialaminya pada Juli. Namun, dalam laga ini, ia akhirnya mencatatkan debut keduanya bersama klub lamanya. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81, Asano langsung menunjukkan kualitasnya dengan beberapa pergerakan berbahaya di lini belakang lawan, termasuk memberikan umpan silang yang nyaris berbuah gol.
“Saya bisa bermain tanpa rasa khawatir. Mulai sekarang, saya hanya akan terus meningkatkan performa,” ujar Asano dengan senyum puas usai pertandingan. Kehadirannya menjadi angin segar bagi skuad Hiroshima yang tengah bersaing ketat di papan atas klasemen J1.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Tokyo Verdy. Tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi justru harus menerima kenyataan pahit setelah menelan kekalahan kesembilan secara beruntun sejak awal musim. Catatan ini sekaligus memecahkan rekor terburuk klub dalam sejarah keikutsertaan mereka di J1. Kekalahan ini membuat Tokyo Verdy terpuruk di dasar klasemen.
Pelatih baru Tokyo Verdy, Naoki Soma, yang baru ditunjuk pada 8 Oktober lalu, belum mampu membawa perubahan signifikan. Dalam laga debutnya, Soma melakukan perubahan taktik drastis dengan mengubah formasi dari 3-4-2-1 yang digunakan pendahulunya ke formasi 4-4-2, formasi yang lebih ia kuasai. Namun, perubahan yang dilakukan hanya dalam beberapa hari latihan tampaknya belum cukup untuk menyatukan permainan tim.
Meski kalah, Tokyo Verdy sempat memberikan perlawanan sengit di babak pertama. Pada menit ke-20, bek kiri Arata Arai memberikan umpan silang yang disambut sundulan penyerang Yuzuki Somino. Namun, sundulannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Hiroshima. Pelatih Soma pun memberikan tepuk tangan untuk usaha anak asuhnya tersebut.
“Kami ingin mendominasi permainan dengan pressing sejak awal, tetapi justru kebobolan. Pergerakan saat menguasai bola juga masih kurang,” ujar pelatih Soma menyesali kekalahan timnya. Ia bertekad untuk segera membenahi kelemahan tim dan mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya.
Dominasi Hiroshima terlihat jelas sepanjang pertandingan. Mereka mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Dua gol yang dicetak menjadi bukti efektivitas serangan mereka. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Hiroshima untuk terus bersaing di puncak klasemen J1.
Sementara itu, di pertandingan lain, Tokyo Verdy harus segera bangkit. Mereka dijadwalkan menghadapi lawan-lawan berat di pekan-pekan mendatang. Dengan sembilan kekalahan beruntun, tekanan semakin besar pada pundak pelatih Soma dan para pemain. Mereka harus segera menemukan formula yang tepat untuk mengakhiri tren negatif ini.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di J1 musim ini sangat ketat. Setiap tim berjuang keras untuk meraih poin demi mencapai target masing-masing. Bagi Hiroshima, kemenangan ini adalah langkah penting untuk terus menempel ketat Kashiwa Reysol di puncak klasemen. Sementara bagi Tokyo Verdy, mereka harus segera bangkit dari keterpurukan jika tidak ingin terjerumus lebih dalam ke jurang degradasi.
Secara keseluruhan, laga ini menyajikan drama yang menarik. Kembalinya Asano ke performa terbaiknya menjadi sorotan utama, namun kekalahan telak Tokyo Verdy juga menjadi pelajaran berharga. Persaingan di J1 musim ini dipastikan akan semakin sengit hingga akhir musim.











