PSSI Buru Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal yang Disebut Mirip Hakim Ziyech

PSSI Buru Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal yang Disebut Mirip Hakim Ziyech
PSSI Buru Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal yang Disebut Mirip Hakim Ziyech

FaktaHari – 12 Oktober 2026 | Jakarta, 11 Oktober 2026 – Langkah PSSI dalam memperkuat skuad Timnas Indonesia untuk jangka panjang semakin agresif. Setelah sukses menjuarai ASEAN Cup 2026, federasi langsung mengalihkan fokus pada pembinaan generasi penerus dengan membidik pemain-pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Salah satu nama yang menonjol dalam radar pemantauan adalah Demiane Agustien, gelandang muda milik Arsenal U-21 yang berusia 19 tahun. Demiane Agustien memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibu dan telah menunjukkan potensi besar di Premier League 2 musim ini.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menekankan pentingnya kecepatan, akselerasi, dan transisi dalam skema permainan Garuda. Pemantauan terhadap Demiane Agustien menjadi prioritas karena posisinya sebagai gelandang serang yang kreatif, sesuatu yang dibutuhkan tim untuk menghadapi lawan-lawan kuat Asia. Dalam beberapa laporan, sang pemain bahkan disebut memiliki kemiripan gaya dengan mantan bintang Chelsea, Hakim Ziyech, berkat kaki kirinya yang mematikan. Pujian itu datang langsung dari ayahnya, Kemy Agustien, mantan pemain Swansea City dan AZ Alkmaar, yang mengaku bangga dengan perkembangan putranya.

Selain Demiane Agustien, PSSI juga memantau sejumlah pemain keturunan lainnya seperti Dean Zandbergen, Laurin Ulrich, Jenson Seelt, Tristan Gooijer, Jahnoah Markelo, dan Pascal Struijk. Namun, dari semua nama tersebut, Demiane Agustien menjadi yang paling santer diberitakan karena usianya yang masih muda dan kontrak profesionalnya bersama Arsenal. Keberhasilan PSSI mengamankan pemain berlabel Premier League akan menjadi sinyal positif bagi regenerasi skuad, terutama menjelang kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia 2027.

Respons positif dari pihak pemain dan keluarga membuka peluang proses naturalisasi berjalan lancar. Meski demikian, status kewarganegaraan, dokumen keturunan, dan regulasi FIFA tetap menjadi faktor penentu. Riwayat penampilan internasional mereka bersama tim asal juga harus diverifikasi sebelum peluang membela Garuda bisa dipastikan. Langkah ini membuktikan komitmen PSSI dalam menjaga kesinambungan prestasi, tidak hanya puas dengan gelar ASEAN Cup 2026.

Kabar ini juga menarik perhatian sejumlah klub Belanda yang mulai melirik kemampuan Demiane. Namun, jika proses naturalisasi berhasil, Timnas Indonesia akan mendapatkan tambahan amunisi berharga di lini tengah. Dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora, Garuda diharapkan mampu bersaing di level tertinggi Asia dan bahkan dunia. Semua mata kini tertuju pada perkembangan administrasi dan adaptasi Demiane Agustien di skuad Garuda.

Kesimpulannya, perburuan PSSI terhadap Demiane Agustien menunjukkan keseriusan federasi dalam membangun tim nasional yang kompetitif. Dengan dukungan pelatih John Herdman dan pengalaman bermain di Inggris, pemain muda ini diyakini bisa menjadi aset jangka panjang. Publik sepak bola Indonesia kini menanti kepastian langkah selanjutnya, apakah Demiane akan segera berseragam Merah Putih dan mengikuti jejak sukses para pemain diaspora sebelumnya.

Exit mobile version