Persebaya U-20 Gagal Menang, Mat Halil Evaluasi Lini Depan

Persebaya U-20 Gagal Menang, Mat Halil Evaluasi Lini Depan
Persebaya U-20 Gagal Menang, Mat Halil Evaluasi Lini Depan

FaktaHari – 12 Oktober 2026 | Persebaya U-20 kembali menunjukkan dominasi permainan namun harus puas berbagi poin dengan Persik Kediri U-20 setelah laga berakhir 0-0 pada matchday keempat Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027. Pertandingan yang digelar di Lapangan ABC, Gelora Bung Tomo, Minggu (11/10), menjadi sorotan karena Persebaya U-20 menciptakan banyak peluang tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Hasil ini membuat pelatih Mat Halil menyiapkan evaluasi menyeluruh, terutama pada penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di area pertahanan lawan.

Sejak awal laga, Persebaya U-20 langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Mat Halil berusaha menguasai jalannya pertandingan melalui kombinasi umpan dan pergerakan pemain di lini depan. Kapten tim sekaligus penjaga gawang, Esa Pangeling Heaven, beberapa kali terlibat dalam membangun serangan dari belakang. Tekanan terus diberikan untuk mencari celah, tetapi rapatnya pertahanan Persik Kediri U-20 yang dikomandoi Azumardi Asyra menjadi kendala utama. Laga berjalan keras dan diwarnai sejumlah kartu kuning. Di kubu Persebaya, Razsa Ahmad Dani (10′), Saifchel Eka Satria Pranata (44′), Muhamad Rizki Krniawan (84′), dan Muhammad Satria Choirul Fikri (80′) menerima kartu kuning. Sementara itu, Persik U-20 yang dilatih Haryadi juga mendapat kartu kuning melalui Finky Glen Alinskie (5′) dan Jendral Christian Samuel Wayoi Wurangian (12′).

Kedua pelatih melakukan rotasi strategi di babak kedua. Persik Kediri U-20 bahkan mengganti penjaga gawang pada menit ke-35, dengan Zaki Hidayat Arianto masuk menggantikan Muhammad Rizki Rifaldi. Persebaya juga memasukkan pemain segar seperti Sean Rahman Kastor dan Azzarel Nugraha Putra. Meski kedua tim saling jual beli serangan hingga masa injury time, tidak ada gol yang tercipta. Skor kacamata 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan ke-11 ini, membuat Persebaya Surabaya U-20 dan Persik Kediri U-20 harus puas berbagi satu poin.

Selepas pertandingan, Mat Halil menilai para pemainnya sebenarnya mampu menciptakan peluang. Akan tetapi, kesempatan yang diperoleh belum dimanfaatkan secara maksimal di depan gawang. “Kami bisa menciptakan beberapa peluang, tetapi penyelesaian akhirnya masih perlu diperbaiki. Dalam pertandingan seperti ini, setiap kesempatan harus dimanfaatkan dengan lebih tenang dan tepat. Kami sudah berusaha sampai akhir, tetapi memang belum berhasil mencetak gol,” ujar Coach Halil. Menurutnya, ketenangan dan ketepatan dalam menyelesaikan peluang menjadi hal penting dalam pertandingan seperti laga melawan Persik.

Di sisi lain, tim senior Persebaya Surabaya juga tengah menyoroti masalah penyelesaian akhir. Pelatih Bernardo Tavares mengakui bahwa akurasi menjadi pekerjaan rumah setelah kemenangan tipis 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada Jumat (9/10). Kemenangan tersebut diraih melalui eksekusi penalti Alex Martins, meskipun Persebaya sebenarnya menciptakan lima tembakan tepat sasaran. “Kami memang menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir di depan gawang masih harus ditingkatkan. Jika bisa mencetak gol kedua, bahkan gol ketiga, pertandingan mungkin akan berjalan lebih nyaman bagi kami,” kata pelatih asal Portugal tersebut. Tavares memastikan timnya akan melakukan evaluasi untuk laga melawan PSS Sleman pada 18 Oktober mendatang.

Bek kanan Persebaya, Arief Catur Pamungkas, juga mengakui masih ada kekurangan meski tim meraih tiga poin dari Lampung. “Alhamdulillah, kami bisa meraih tiga poin pada pertandingan ini. Terima kasih kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras sejak awal sampai akhir. Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi kami, tetapi kami tidak boleh cepat puas karena masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki,” ujar Catur dalam konferensi pers. Hasil tersebut membawa Persebaya naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan delapan poin dari empat laga.

Sementara itu, tim Persebaya U-18 justru menunjukkan efektivitas yang luar biasa. Mereka mengalahkan Persik U-18 dengan skor 3-0 pada matchday ketiga Grup C EPA One 2026/27 di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/10). Gol Alfredo Nararya pada menit kelima, serta tambahan gol Juan Frits dan Bryan Nabil pada awal babak kedua, membuat Persebaya U-18 mengoleksi sembilan poin dan bertahan di puncak klasemen Grup C. Permainan efektif dan organisasi serangan yang rapi menjadi kunci kemenangan tersebut.

Dari berbagai hasil ini, terlihat bahwa Persebaya secara keseluruhan masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal penyelesaian akhir, baik di tim senior maupun U-20. Meski demikian, dominasi permainan dan penciptaan peluang menjadi modal positif untuk terus memperbaiki diri. Evaluasi yang dilakukan Mat Halil, Bernardo Tavares, dan seluruh jajaran pelatih diharapkan dapat meningkatkan ketajaman lini depan sehingga tren positif dapat berlanjut di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Exit mobile version