FaktaHari – 11 Oktober 2026 | BEIJING – Dunia tenis putri kembali disuguhkan penampilan gemilang dari remaja asal Rusia, Mirra Andreeva. Petenis berusia 19 tahun itu sukses melaju ke babak final China Open 2026 setelah mengalahkan petenis Ceko Nikola Bartunkova dengan skor telak 6-2, 6-2 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Capital Group Diamond Court, Beijing, pada Sabtu (10/10/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Mirra Andreeva ke final pertamanya di turnamen bergengsi tersebut, tetapi juga memastikan dirinya akan naik ke peringkat tiga besar dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Dalam pertandingan yang hanya berlangsung selama 74 menit, Mirra Andreeva tampil dominan sejak awal. Ia memimpin 4-0 di set pertama setelah lawannya melakukan dua kali double fault. Sepanjang laga, juara Prancis Terbuka 2026 itu melepaskan 27 winner, sementara Bartunkova yang berusia 20 tahun melakukan 20 unforced errors. “Dia lawan yang sangat sulit ditebak… kadang-kadang dia bisa memukul bola seperti roket dari mana saja,” ujar Mirra Andreeva seusai pertandingan, merujuk pada gaya bermain Bartunkova yang tidak terduga.
Kemenangan ini menjadi yang ke-50 bagi Mirra Andreeva sepanjang musim 2026. Ia bergabung dengan Jessica Pegula sebagai pemain dengan jumlah kemenangan terbanyak di sirkuit WTA musim ini. Prestasi ini juga menempatkan Mirra Andreeva sebagai petenis termuda yang mencapai 50 kemenangan dalam satu musim sejak Caroline Wozniacki pada tahun 2009.
Perjalanan Mirra Andreeva menuju final China Open 2026 dimulai dengan kemenangan tiga set atas Yuan Yue, kemudian mengalahkan Polina Kudermetova dan Daria Snigur dalam dua set langsung, serta menumbangkan Ekaterina Alexandrova melalui dua set tie-break ketat, 7-6(4), 7-6(3). Kini, ia akan berhadapan dengan unggulan lokal, Zheng Qinwen, yang sukses mengalahkan Elise Mertens dari Belgia dengan skor 7-5, 6-2 di semifinal lainnya.
Zheng Qinwen menjadi petenis China pertama yang mencapai final China Open sejak turnamen ini digelar pada tahun 2004. Petenis berusia 24 tahun itu mengaku siap menghadapi tantangan dari Mirra Andreeva. “Ini bukan pertandingan mudah, tetapi saya juga pemain tangguh, akan menjadi pertarungan yang berat,” ujar Zheng. Kedua petenis hanya pernah bertemu sekali sebelumnya, yakni pada perempat final China Open 2024, saat Zheng berbalik menang setelah kalah di set pertama.
Final antara Mirra Andreeva dan Zheng Qinwen akan digelar pada Minggu (11/10/2026) pukul 18.30 WIB. Bagi Mirra Andreeva, ini adalah kesempatan untuk meraih gelar keempatnya pada musim ini, setelah sebelumnya juara di Prancis Terbuka, Adelaide, dan Linz, serta menjadi runner-up di Madrid. Sementara itu, Zheng Qinwen berambisi meraih gelar WTA pertamanya sejak menjuarai Tokyo pada tahun 2024.
Pertandingan final diprediksi akan berlangsung sengit. Zheng Qinwen mengakui bahwa Mirra Andreeva telah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir. “Kami berdua sudah lebih matang sekarang. Ini akan menjadi pertandingan yang ketat,” ujar Zheng. Mirra Andreeva sendiri mengaku siap memberikan yang terbaik, meskipun harus menghadapi dukungan penuh penonton tuan rumah untuk Zheng. “Saya hanya ingin fokus pada permainan saya dan menikmati setiap momen,” kata Mirra Andreeva.
Kesimpulannya, final China Open 2026 antara Mirra Andreeva dan Zheng Qinwen menjanjikan pertarungan sengit antara dua generasi petenis yang sama-sama haus gelar. Dengan modal 50 kemenangan musim ini dan peringkat tiga besar yang sudah di depan mata, Mirra Andreeva siap menuliskan babak baru dalam kariernya. Namun, Zheng Qinwen yang tampil di hadapan pendukung sendiri juga tidak akan menyerah begitu saja. Siapa yang akan keluar sebagai juara? Semua akan terjawab di lapangan.











