FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Mohammad Zaki Ubaidillah, pebulutangkis tunggal putra kebanggaan Indonesia, tengah menjadi sorotan setelah sukses menjadi pahlawan kemenangan tim beregu putra di Asian Games 2026. Kini, atlet yang akrab disapa Ubed itu telah menetapkan target ambisius: menembus 10 besar dunia dan meraih tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Pada final beregu putra Asian Games 2026 di Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9), Zaki Ubaidillah tampil sebagai penentu kemenangan dramatis Indonesia atas China. Dalam partai kelima yang menentukan, Ubed berhasil mengatasi tekanan luar biasa saat menghadapi wakil China, Weng Hongyang. Tertinggal 16-20 di gim pertama, ia bangkit dan merebut gim tersebut dengan skor 23-21, sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13 di gim kedua. Kemenangan ini tidak hanya memastikan medali emas bagi Indonesia, tetapi juga menunjukkan mental baja yang dimiliki Zaki Ubaidillah.
“Bismillah bisa (tembus 10 besar). Tapi target dari diri saya sendiri, apalagi tahun depan sudah mulai race to Olympic, ya bisa main di (Los Angeles) 2028. Bisa masuk ke sana,” ujar Ubed penuh optimisme.
Keberhasilan di Asian Games menjadi modal berharga bagi Zaki Ubaidillah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Medali emas tersebut juga diikuti dengan apresiasi dari PP PBSI sebesar Rp 2 miliar untuk tim beregu putra. Ubed memilih mengalokasikan bonus tersebut dengan bijak: sebagian diberikan kepada orang tua, sebagian diinvestasikan, dan sebagian lagi digunakan untuk membangun GOR di kampung halamannya di Sampang, Madura. Langkah ini menunjukkan kedewasaan dan visi jangka panjang yang dimiliki oleh Zaki Ubaidillah.
Perjalanan menuju Olimpiade 2028 tentu tidak mudah. Zaki Ubaidillah harus melewati rangkaian turnamen bergengsi untuk mengumpulkan poin. Ia dijadwalkan memulai tur Eropa melalui Denmark Open 2026 pada 13-18 Oktober, bersama rekan-rekan tunggal putra lainnya seperti Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Ubed untuk terus mengasah kemampuannya di level internasional dan mendekati impian Olimpiade.
Selain di sektor bulutangkis, semangat juang atlet Indonesia juga terlihat di cabang renang. Dua perenang nasional, Liquor Harrison Andoko dan Samuel Maxson Septionus, berhasil memecahkan rekor nasional di Asian Games 2026. Liquor memecahkan rekor 200 meter gaya bebas putra dengan waktu 1 menit 49,89 detik, sementara keduanya turut menyumbang rekor baru di estafet 4×100 meter gaya bebas putra.
Dengan prestasi gemilang di Asian Games dan target yang jelas menuju Olimpiade, Zaki Ubaidillah menjadi salah satu aset berharga bulutangkis Indonesia. Dukungan dari PBSI dan masyarakat diharapkan terus mengalir agar pebulutangkis muda ini dapat mewujudkan mimpinya mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga terbesar dunia.
