FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Mantan penyerang Liverpool dan timnas Italia, Fabio Borini, resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional di usia 35 tahun. Keputusan tersebut disampaikan melalui unggahan emosional di media sosial pada Rabu (7/10) malam, menutup karier yang membentang selama 17 tahun. Fabio Borini memulai perjalanannya di akademi Bologna sebelum diboyong Chelsea pada 2007 saat berusia 16 tahun. Kariernya menanjak di AS Roma sebelum Liverpool memboyongnya pada musim panas 2012 dengan nilai transfer 13,3 juta euro.
Selama di Anfield, Fabio Borini mencatatkan 38 penampilan dan tiga gol, dengan musim debut yang terganggu cedera. Pada musim 2013/2014, ia dipinjamkan ke Sunderland sebelum akhirnya bergabung permanen dengan The Black Cats pada 2015. Di Sunderland, ia menjadi figur yang dicintai suporter. Gol perdananya lahir di derbi Wear-Tyne yang dimenangi 2-1, dan ia mencetak gol pembuka saat Sunderland kalah di final Piala Liga dari Manchester City pada era Gus Poyet. Kenangan indah itu terus dikenang oleh para penggemar, termasuk momen saat ia mengeksekusi penalti melawan Newcastle di St James’ Park yang disambut dengan selebrasi khas.
Setelah Inggris, Fabio Borini melanjutkan petualangan di Italia bersama AC Milan dan Hellas Verona, sempat merumput di Turki bersama Fatih Karagumruk, lalu kembali ke Italia memperkuat Sampdoria sebelum menutup karier di Inggris bersama Salford City di League Two. Kontraknya berakhir pada 30 Juni lalu dan ia tanpa klub musim ini. Di level internasional, Borini mengoleksi satu caps untuk timnas senior Italia pada 2012 dan menjadi bagian dari skuad Euro 2012.
Dalam pesan perpisahannya, Fabio Borini mengenang penerbangan ke London di usia 16 tahun dengan air mata, mengucapkan terima kasih kepada Chelsea sebagai titik awal mimpinya. Ia menulis, “Semua ini dimulai dengan sebuah penerbangan. Terima kasih Chelsea. Saya berusia 16 tahun. Sebuah penerbangan yang saya habiskan dengan air mata di mata, memulai perjalanan karier saya tanpa tujuan yang jelas, selain impian yang ingin saya capai.” Ia juga menegaskan akan terus mengejar kesempatan berikutnya meski tanpa bola di kakinya, dengan keyakinan yang sama. Ucapan terima kasih kepada sepak bola menjadi penutup pesannya, menandai akhir perjalanan seorang penyerang yang pernah dianggap sebagai salah satu talenta muda paling bersinar Italia pada generasinya.
Pensiunnya Fabio Borini menandai akhir dari karier yang penuh warna, dengan banyak pengalaman di berbagai klub besar Eropa. Ia dikenal sebagai penyerang yang memiliki ketekunan dan dedikasi tinggi, serta kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungan yang berbeda. Kariernya yang panjang merupakan contoh nyata dari kerja keras dan komitmen di dunia sepak bola. Kini, dengan pensiunnya dari sepak bola profesional, ia membuka lembaran baru dalam hidupnya. Di masa mendatang, mungkin kita akan melihatnya berkontribusi dalam cara lain di dunia sepak bola, baik sebagai pelatih atau dalam peran lain yang sesuai dengan pengalamannya. Selamat jalan, Fabio Borini, sang petualang sejati.











