FaktaHari – 10 Oktober 2026 | Jakarta – Kompetisi sepak bola tanah air kedatangan ajang baru yang menyedot perhatian publik: League Cup Indonesia 2026/2027. Turnamen yang mempertemukan klub-klub dari Super League dan Championship ini resmi bergulir pada 3 November 2026. Dengan total 38 peserta yang terbagi ke dalam 12 grup dan empat zona, League Cup Indonesia menjanjikan persaingan sengit sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi pemain lokal.
Drawing yang digelar pada 7 Oktober 2026 lalu menghasilkan beberapa grup menarik. Salah satu yang paling dinanti adalah Grup K di Zona Timur 2, di mana PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan De Red FC tergabung. Pelatih Persipura, Regi Aditya, menyambut antusias duel klasik melawan PSM yang sudah lama tidak terjadi. “Ini derby wilayah timur yang sudah lama sekali tidak terjadi, jadi saya sangat excited, semua pemain juga sangat excited untuk bisa memulai laga di Cup,” ujar Regi dalam konferensi pers, Kamis (8/10/2026). Ia menambahkan bahwa turnamen ini menjadi sarana rotasi yang tepat untuk memberikan menit bermain bagi pemain yang minim jam terbang di Championship.
Gelandang Persipura, Bima Ragil, juga mengungkapkan kegembiraan seluruh tim menyambut jadwal tambahan ini. Sementara itu, PSIM Yogyakarta diuntungkan oleh hasil undian. Manajer PSIM, Iksan Mahar, menyebut timnya tidak perlu keluar dari Bantul karena dua laga grup melawan Persikad Depok dan Persiku Kudus akan digelar di Stadion Sultan Agung. “Berarti kami tidak akan keluar dari Bantul, jadi tentu ini sebuah hal positif,” ujarnya.
Di sisi lain, Arema FC memandang League Cup Indonesia sebagai momentum strategis. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menekankan bahwa regulasi yang membatasi hanya tiga legiun asing per pertandingan membuka peluang besar bagi pemain lokal. “Kami mendukung dan senang League Cup segera digelar, menurut kami kompetisi ini penting karena memberikan ruang kompetisi yang cukup baik bagi pemain lokal,” kata Inal, sapaan akrabnya. Ia berharap menit bermain yang didapat para pemain lokal di turnamen ini bisa menjaga kondisi fisik dan mental mereka sehingga siap saat dibutuhkan di Super League.
Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni atau Bung Kus, menilai League Cup Indonesia bukan sekadar menambah jumlah pertandingan. Menurutnya, turnamen lintas kasta ini bisa meredam rivalitas yang terlalu tajam antarklub sekaligus memberi ruang bagi pemain lokal untuk berkreasi. “Bagus juga ada event lain sehingga kalau ada tim yang perseteruannya sebegitu ketat, yang satu bisa juara di sini, yang satu bisa juara di sana. Itu membuat rivalitas agak sedikit berkurang,” ujar Bung Kus dalam unggahan di media sosial. Ia juga menyambut positif keputusan menempatkan Persib Bandung dan Borneo FC langsung ke perempat final sebagai juara dan runner-up musim lalu, karena dapat mencegah pertandingan timpang di fase awal.
Babak penyisihan grup akan berlangsung dalam tiga gelombang: 3-5 November, 24-26 November, dan 1-3 Desember 2026. Hanya juara grup yang berhak melaju ke babak 16 besar pada 15-17 Januari 2027, dilanjutkan perempat final (30-31 Januari), semifinal (21 April 2027), dan final (19 Mei 2027). Dengan format yang kompetitif dan partisipasi 38 klub, League Cup Indonesia diprediksi menjadi ajang yang tidak hanya menghibur tetapi juga vital bagi pengembangan pemain lokal. Para penggemar sepak bola tanah air pun menanti aksi-aksi menarik dari tim kesayangan mereka di turnamen anyar ini.
