FaktaHari – 08 Oktober 2026 | Jakarta – Sukses gemilang diraih Timnas Indonesia usai menjuarai Piala Perbara FIFA 2026. Gelar perdana di ajang resmi FIFA ini menjadi kado manis sekaligus modal berharga bagi Skuad Garuda menjelang Piala Asia 2027. Keberhasilan ini juga mendongkrak peringkat FIFA Indonesia ke posisi terbaik dalam 20 tahun terakhir.
Piala Perbara FIFA 2026 yang digelar di Indonesia pada September-Oktober lalu menyajikan drama menegangkan di partai puncak. Bertemu Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), Indonesia harus bermain 120 menit dengan skor 2-2. Gol Dean James (84′) dan Elkan Baggott (116′) membalas keunggulan Thailand. Adu penalti pun menjadi penentu, dan Indonesia keluar sebagai pemenang 4-2. Kemenangan ini memastikan trofi Piala Perbara FIFA pertama dalam sejarah Indonesia.
Dengan gelar juara Piala Perbara FIFA 2026, Timnas Indonesia naik dua peringkat ke posisi 116 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin. Ini adalah peringkat tertinggi Indonesia sejak 20 tahun silam. Pelatih John Herdman pun mendapat pujian atas gebrakan taktiknya. “Kemenangan ini buah kerja keras seluruh pemain dan staf. Kami tunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Asia Tenggara,” ujar Herdman dalam konferensi pers.
Setelah euforia Piala Perbara FIFA, Indonesia langsung bersiap menghadapi tantangan lebih besar: Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi, 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Skuad Garuda tergabung di Grup E bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Meski berat, optimisme tinggi mengiringi langkah tim. Mantan pemain nasional Agung Setyabudi menilai Indonesia bisa menjadi kuda hitam. “Mereka punya kepercayaan diri setelah juara Piala Perbara FIFA. Jangan remehkan mereka,” katanya.
Persiapan sudah dimulai. Tim pelatih memantau performa pemain di klub masing-masing, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, pemusatan latihan (TC) akan digelar untuk mematangkan taktik. Agenda FIFA Matchday pada 13 November 2026 melawan Yordania menjadi uji coba penting. “Kami akan evaluasi semua pemain. Persaingan internal ketat, tapi itu bagus untuk tim,” tambah Herdman.
Sementara itu, para pemain naturalisasi seperti Calvin Verdonk dan Ole Romeny menunjukkan performa konsisten di klub Eropa. Verdonk, misalnya, mencatat menit bermain terbanyak di Lille pada jeda internasional September-Oktober. Ini menjadi sinyal positif bagi Indonesia. “Kami ingin terus berkembang. Piala Perbara FIFA adalah awal, Piala Asia adalah target berikutnya,” ujar Romeny.
Dengan semangat juara Piala Perbara FIFA 2026, Indonesia siap melangkah ke pentas Asia. Publik sepak bola tanah air pun berharap banyak pada skuad Garuda. Mampukah mereka menembus babak gugur Piala Asia 2027? Semua akan terjawab dalam waktu dekat.
