Italia Taklukkan Turki 3-1 di Nations League, Scamacca dan Calafiori Jadi Pahlawan

Italia Taklukkan Turki 3-1 di Nations League, Scamacca dan Calafiori Jadi Pahlawan
Italia Taklukkan Turki 3-1 di Nations League, Scamacca dan Calafiori Jadi Pahlawan

FaktaHari – 08 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Italy vs Türkiye di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, pada 5 Oktober 2026, berakhir dengan kemenangan meyakinkan tuan rumah 3-1. Laga yang merupakan bagian dari Grup A1 UEFA Nations League 2026/27 ini menjadi ujian berat bagi kedua tim, terutama setelah Italia melakukan sembilan perubahan pada starting XI mereka.

Sejak awal, Italy vs Türkiye memperlihatkan intensitas tinggi. Turki, yang belum meraih poin di grup, tampil agresif dan beberapa kali mengancam gawang Italia melalui tembakan Salih Özcan dan sundulan Yunus Akgün. Namun, kiper Italia Gianluigi Donnarumma tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial.

Gol pembuka Italia datang pada menit ke-26 melalui Gianluca Scamacca. Memanfaatkan pantulan bola yang beruntung, Scamacca melepaskan voli keras yang mengenai mistar gawang dan masuk. Ini menjadi gol pertamanya untuk tim nasional dalam tiga tahun terakhir.

Namun, Turki tidak tinggal diam. Pada menit ke-61, Aral Simsir berhasil menyamakan kedudukan melalui kerja sama tim yang apik. Gol ini sempat membuat Italy vs Türkiye kembali seimbang dan memberi tekanan pada lini belakang Italia.

Pelatih Italia Roberto Mancini segera merespons dengan memasukkan Riccardo Calafiori. Tiga menit setelah gol penyama, Calafiori membuktikan keputusannya tepat. Ia menyundul bola dari umpan Nicolo Barella untuk mengembalikan keunggulan Italia. Media Italia memberikan nilai 7/10 untuk Calafiori, memuji ketenangannya meskipun ada sedikit cela karena gol Turki datang dari sisi pertahanannya.

Puncak kemenangan Italy vs Türkiye terjadi pada menit ke-87. Pemain muda Pio Esposito, yang juga mencetak gol saat Italia menang 4-1 di Turki pekan sebelumnya, menuntaskan umpan matang untuk memastikan kemenangan 3-1. Esposito menjadi bintang kedua setelah Scamacca dalam duel ini.

Mancini mengakui bahwa perubahan besar dalam susunan pemain menyebabkan kurangnya kehalusan permainan. “Kami kehilangan sedikit kelancaran, itu sudah diduga. Namun, para pemain mampu bangkit dan mencetak gol lagi setelah kedudukan imbang,” ujarnya. Ia juga memuji debutan Alessandro Romano yang tampil solid di lini tengah.

Dengan hasil ini, Italia naik ke posisi kedua Grup A1 dengan 7 poin, tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Prancis dan unggul satu poin atas Belgia. Sementara itu, Turki masih belum meraih poin dan berada di dasar klasemen. Laga Italy vs Türkiye ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan Italia setelah gagal lolos ke tiga Piala Dunia terakhir.

Secara keseluruhan, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad Italia dan kemampuan mereka untuk beradaptasi di bawah tekanan. Dengan jadwal padat yang mengharuskan mereka bermain empat pertandingan dalam 11 hari, hasil positif ini menjadi modal berharga untuk laga selanjutnya melawan Belgia dan Prancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *