FaktaHari – 08 Oktober 2026 | Pertandingan sengit antara Prancis vs Belgia pada matchday keempat Grup A1 UEFA Nations League 2026/2027 di Stade de France, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan dramatis bagi tuan rumah. Sempat tertinggal 0-1 hingga menit ke-77, Les Bleus bangkit dan mencetak empat gol dalam waktu 14 menit untuk membalikkan keadaan menjadi 4-1. Kemenangan ini menjadi kemenangan kandang pertama bagi pelatih Zinedine Zidane sejak menangani Timnas Prancis.
Belgia membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-35 melalui Dodi Lukebakio. Memanfaatkan umpan panjang dari Romeo Lavia, Lukebakio berhasil menaklukkan kiper debutan Prancis, Guillaume Restes. Gol tersebut membuat publik tuan rumah terdiam, dan Belgia mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Zinedine Zidane melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tiga pemain pengganti sekaligus: Desire Doue, Rayan Cherki, dan Michael Olise. Keputusan ini terbukti tepat. Serangan Prancis yang sebelumnya mandul berubah menjadi sangat hidup. Prancis vs Belgia menjadi panggung bagi trio pengganti tersebut untuk menunjukkan kualitas mereka.
Doue menyamakan kedudukan pada menit ke-77 melalui tembakan rendah dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Belgia. Hanya tiga menit berselang, giliran Cherki yang membawa Prancis berbalik unggul setelah menerima umpan tarik dari Olise. Gol tersebut sempat mengenai tangan Maarten Vandevoordt, tetapi tetap masuk ke gawang.
Belgia belum sempat mengatur napas ketika Olise kembali menjadi pusat perhatian. Ia mencetak gol ketiga Prancis pada menit ke-85, dan melengkapi brace-nya pada menit ke-91 untuk memastikan kemenangan telak 4-1. Prancis vs Belgia menjadi saksi bagaimana kedalaman skuad Prancis mampu menghancurkan pertahanan Belgia yang sebelumnya solid.
Pelatih Belgia, Mark van Bommel, tetap optimistis meski timnya menelan kekalahan telak. Ia memuji organisasi permainan anak asuhnya dan gol spektakuler Lukebakio. Namun, ia mengakui bahwa kualitas pemain pengganti Prancis menjadi pembeda. “Mereka punya kualitas luar biasa, dan para pemain pengganti sangat menentukan. Mereka bergerak begitu cepat. Saya bangga dengan para pemain saya,” ujar Van Bommel seperti dikutip dari MaxiFoot.
Di sisi lain, Zinedine Zidane mengungkapkan kebanggaannya atas kebangkitan timnya. “Malam ini, inilah sepakbola, inilah yang kita cintai. Kami menghadapi beberapa kesulitan di babak pertama, tapi itu adalah bagian dari permainan. Bagus bisa memperbaiki keadaan, dan kami berhasil memainkan babak kedua yang luar biasa,” kata Zidane.
Kemenangan ini membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A1 dengan 10 poin, unggul tiga poin atas Italia yang berada di posisi kedua, sementara Belgia tertahan di posisi ketiga dengan enam poin. Prancis vs Belgia menjadi bukti bahwa mental juara dan strategi yang tepat mampu mengubah segalanya dalam waktu singkat.
Prancis menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu favorit juara Nations League musim ini. Comeback spektakuler ini tidak hanya menghibur para penggemar, tetapi juga menjadi peringatan bagi lawan-lawan mereka selanjutnya.
