FaktaHari – 07 Oktober 2026 | Jakarta – Pesta juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 semakin meriah setelah bek Justin Hubner melontarkan sindiran pedas kepada netizen Malaysia dan Vietnam. Dalam wawancara usai laga final, Hubner menegaskan bahwa kemenangan adalah jawaban terbaik atas cemoohan yang diterima timnya selama turnamen. Pertandingan Malaysia vs Vietnam yang memperebutkan tempat ketiga juga tak kalah sengit, dengan Malaysia berhasil mengamankan posisi ketiga setelah menaklukkan Vietnam 1-0.
Justin Hubner, bek Timnas Indonesia berusia 23 tahun, menjadi sorotan setelah pernyataannya yang menyentil Malaysia dan Vietnam viral di media sosial. Dalam potongan wawancara yang beredar di platform X, Hubner mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi sasaran ancaman dari netizen kedua negara selama turnamen berlangsung. “Satu hal yang ingin saya katakan, setelah negara-negara seperti Malaysia dan orang-orang Vietnam banyak bicara di media sosial, mereka juga banyak mengancam keluarga saya,” ujar Hubner.
Menurut Hubner, cara terbaik untuk membalas semua hinaan bukanlah dengan perang komentar di dunia maya, melainkan dengan kemenangan di lapangan hijau. “Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah menang dan menunjukkan kepada mereka siapa King yang sebenarnya. Dan saya pikir kami sudah menunjukkannya hari ini. Saya pikir negara-negara itu sekarang akan berhenti bicara,” tegasnya. Pernyataan ini langsung disambut heboh oleh warganet Indonesia yang memberikan dukungan dengan komentar “Menyala King!!!”.
Sementara itu, laga perebutan tempat ketiga antara Malaysia dan Vietnam berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertandingan Malaysia vs Vietnam ini menjadi penutup perjalanan kedua tim di turnamen. Malaysia berhasil unggul 1-0 melalui gol Fergus Tierney pada menit ke-62. Gol tersebut menjadi pembeda setelah babak pertama berakhir tanpa gol. Vietnam sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan 51 persen dan melepaskan 14 percobaan, namun hanya empat yang mengarah ke gawang. Malaysia justru lebih efektif dengan tujuh percobaan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan satu berujung gol kemenangan.
Hasil ini memastikan Malaysia menduduki peringkat ketiga, sementara Vietnam harus puas di posisi keempat. Kemenangan Malaysia ini sekaligus membuat gawang Harimau Malaya tidak kebobolan sejak awal turnamen. Pertandingan Malaysia vs Vietnam berlangsung sengit sejak menit awal. Malaysia langsung mengancam melalui Quentin Cheng, sementara Vietnam membalas lewat Ngo Dang Khoa. Bergson da Silva nyaris membawa Malaysia unggul di babak pertama, namun usahanya gagal. Hingga akhirnya Fergus Tierney memecah kebuntuan pada babak kedua.
Kemenangan Indonesia di final atas Thailand dengan skor 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit menjadi puncak dari seluruh rangkaian turnamen. Justin Hubner menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bukti bahwa Timnas Indonesia adalah yang terbaik di kawasan ASEAN. Sindirannya kepada Malaysia dan Vietnam pun menjadi penutup yang manis bagi perjalanan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Secara keseluruhan, turnamen ini menyajikan rivalitas sengit antara negara-negara ASEAN. Pertandingan Malaysia vs Vietnam memberikan hiburan tersendiri bagi penonton, sementara kemenangan Indonesia menjadi momentum kebangkitan sepak bola tanah air. Dengan semangat yang membara, Timnas Indonesia berhasil menunjukkan bahwa mereka layak menjadi juara.











