FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Dalam laga sengit yang berlangsung di Stadion Hasely Crawford, Port of Spain, Minggu (4/10/2026) malam, tim nasional Curaçao berhasil memastikan langkah bersejarah mereka ke babak perempat final CONCACAF Nations League. Meski hanya bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Trinidad dan Tobago, hasil tersebut cukup untuk mengantarkan anak asuh Dick Advocaat sebagai juara Grup A dengan koleksi 10 poin.
Pertandingan trinidad dan tobago vs curaçao berjalan ketat sejak menit awal. Curaçao yang datang dengan percaya diri setelah tiga kemenangan beruntun—atas Costa Rica (4-3), Nicaragua (6-1), dan kemenangan tipis 1-0 atas Trinidad di kandang—langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, tuan rumah Trinidad dan Tobago tidak tinggal diam. Mereka berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan Curaçao pada menit ke-39 melalui gol Luke Phillip, yang membawa Trinidad unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Curaçao semakin meningkat. Pelatih Dick Advocaat melakukan sejumlah perubahan taktik untuk membongkar pertahanan Trinidad. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61, ketika Jordi Paulina berhasil menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol ini menjadi penentu bagi Curaçao untuk mempertahankan posisi puncak klasemen grup.
Meski sempat mendapat tekanan dari tuan rumah di sisa waktu pertandingan, trinidad dan tobago vs curaçao berakhir dengan skor imbang. Hasil ini memastikan Curaçao untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke perempat final Nations League. Sebelumnya, pencapaian terbaik mereka hanya sampai babak grup. Kini, dengan kepemimpinan Dick Advocaat, tim berjuluk De Blauwvingers itu berhasil menorehkan tinta emas di peta sepak bola Karibia.
Bagi Trinidad dan Tobago, hasil imbang ini membuat mereka harus puas menjadi runner-up grup dengan 9 poin. Meski demikian, kedua tim sama-sama berhak melaju ke perempat final, di mana mereka akan bergabung dengan tim-tim unggulan seperti Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, dan Panama. Tiket menuju Gold Cup 2027 juga menjadi taruhan utama di babak ini.
Dick Advocaat, yang dikenal sebagai pelatih kawakan, kembali menunjukkan kemampuannya membawa tim kecil berprestasi. Dalam wawancara usai pertandingan, ia menyatakan kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain. “Kami datang ke sini dengan target jelas: lolos. Meski hanya imbang, kami tetap konsisten dan disiplin. Ini sejarah bagi Curaçao,” ujar Advocaat. Sementara itu, kapten Leandro Bacuna menambahkan, “Kami bekerja keras selama latihan dan hasilnya terlihat. Sekarang kami fokus ke perempat final.”
Kemenangan moral ini tentu menjadi modal berharga bagi Curaçao menghadapi lawan-lawan berat di babak selanjutnya. Dengan semangat juang tinggi dan strategi matang, bukan tidak mungkin mereka mampu menembus Gold Cup untuk pertama kalinya. Pertandingan trinidad dan tobago vs curaçao menjadi saksi bisu kebangkitan sepak bola pulau kecil di kawasan Karibia.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Curaçao di bawah asuhan Dick Advocaat bisa menjadi inspirasi: bahwa dengan kerja keras dan perencanaan yang baik, mimpi besar bisa terwujud. Kini semua mata tertuju pada undian perempat final yang akan menentukan lawan Curaçao selanjutnya.











